Selasa 14 Juli 2020, 05:22 WIB

Pemerintah Butuh Gagasan Ekonomi yang Lebih Kreatif

Che/X-11 | Ekonomi
Pemerintah Butuh Gagasan Ekonomi yang Lebih Kreatif

MI/M Irfan
Ilustrasi -- Pameran Karya Kreatif Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, Jumat, 12 Juli 2019

 

PEMERINTAH saat ini membutuhkan gagasan-gagasan baru yang lebih kreatif untuk membantu pemulihan ekonomi nasional di tengah situasi pandemi virus covid-19.

Ini diperlukan untuk membantu pelaku ekonomi agar juga lebih kreatif dalam menyediakan layanan dan inovasi produk yang tepat untuk kepentingan pemulihan ekonomi sekaligus pencegahan penyebaran virus. “Untuk mendorong perubahan tersebut, kita bersama-sama membutuhkan gagasan baru. Sumbangan pemikiran yang konstruktif dari berbagai pihak tentu sangat diperlukan,” kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada peluncuran buku Pandemi Corona: Virus Deglobalisasi, Masa Depan Perekonomian Global dan Nasional terbitan Indef di Jakarta, kemarin.

Wapres mengakui perekonomian nasional dalam kondisi tidak menguntungkan. Adanya kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Ekonomi nasional pada kuartal pertama hanya tumbuh 2,97%, lebih kecil daripada kuartal pertama 2019 dan diperkirakan akan tumbuh negatif pada kuartal kedua tahun ini.

Wapres mengungkapkan pemerintah sendiri sudah membuat inovasi dalam layanan produk di sektor ekonomi. Salah satunya, memperluas program bantuan sosial dan pemberian subsidi pembayaran rekening listrik. “Pemerintah juga sudah membuat kebijakan extraordinary berupa dukungan regulasi pembiayaan pembangunan, di antaranya dengan menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1/2020 yang kemudian disahkan menjadi Undang-Undang No 2/2020,” ujarnya.

Terkait pemulihan ekonomi, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah No 23/2020 yang meng- atur Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tujuan utama PEN ialah melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan pelaku usaha, seperti penyertaan modal negara, penempatan dana investasi pemerintah, penjaminan, dan belanja negara.

Kebijakan lainnya ialah perubahan APBN 2020 dengan menetapkan defisit sampai Rp1.039 triliun atau 6,34% terhadap produk domestik bruto.

Wapres juga mengapresiasi inisiatif Indef dalam menerbitkan buku yang berisi pemikiran para pakar ekonomi, sosial, dan budaya itu. “Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya sosial dan ekonomi, pandemi covid-19 ini tidak mungkin ditangani sendiri oleh pemerintah,” pungkasnya. (Che/X-11)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Konsep Buy Now, Play Later Bakal jadi Primadona di 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:55 WIB
Berdasarkan studi dari Coherent Market Insights, pasar Paylater global diperkirakan akan tumbuh dari US$5 juta pada 2019, menjadi US$...
Ist

Agar Tampilan Wajah Segar dan Bebas Kilap Minyak

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:20 WIB
Bedak tabur adalah bagian dari kosmetik populer karena setiap wanita menginginkan kulit berseri tanpa kilau minyak dalam tampilan...
AFP/Johan Ordonez

Pemilik British Airways Beli Air Europa dengan Setengah Harga

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 22:51 WIB
Pemerintah Spanyol telah memberikan Air Europa pinjaman sebesar 475 juta euro untuk membantu maskapai tersebut melalui...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya