Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rapat dengar pendapat, Selasa (30/6) lalu, terjadi insiden pengusiran yang dilakukan anggota Komisi VII DPR RI terhadap Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID, Orias Petrus Moerdak.
Menanggapi persoalan tersebut, Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai pernyataan anggota Komisi VII, M. Nasir, yang menyebut utang Inalum atas akuisisi PT Freeport Indonesia dapat merugikan perusahaan di bawahnya, merupakan kesalahpahaman terhadap konsep pasar modal.
“Tampaknya ada kesalahpahaman. Karena dipikir berutang itu pasti pakai jaminan, sehingga berisiko jaminannya nanti disita. Ada salah paham tentang konsep di pasar modal, yang memang belum banyak orang paham,” ujar Hans saat dihubungi, Kamis (2/7).
Baca juga: Kementerian BUMN Minta Dirut Inalum Jawab Kritik DPR dengan Kerja
Perusahaan idealnya harus berutang. Sebab, lanjut dia, perusahaan bisa menghasilkan tingkat pengembalian investasi (return on investment) lebih besar dibandingkan biaya modal (pinjaman). Hal ini dikatakannya menguntungkan perusahaan.
Lebih lanjut, dia berpendapat perusahaan harus didorong berutang, karena melalui skema ini akan meningkatkan kesejahteraan pemegang saham. Menurutnya, saat ini Inalum memiliki aset hingga Rp 162 triliun, yang tergolong besar.
Baca juga: Strategi Erick Thohir Agar Kinerja BUMN Lebih Efektif
Adapun perusahaan yang menerbitkan surat utang berupa obligasi, memamg tanpa jaminan aset perusahaan. “Ini sudah dilakukan Inalum (saat) mengambil Freeport. Perusahaan tambang sudah sangat menguntungkan. Diambil Inalum, jelas menguntungkan bagi perusahaan. Langkah berutang Inalum cukup bagus,” imbuhnya.
Dia juga meluruskan pernyataan utang tenor 30 tahun dalam akusisi PT Freeport Indonesia, yang disebut berpotensi merugikan perusahaan di bawah Inalum.
“Tidak terlalu tepat pernyataan itu. Kalau keuangan terbatas, perusahaan harus terbitkan surat utang. Syaratnya, ketika melihat return lebih tinggi dari bunga yang dibayarkan. Menurut kami bisa dipenuhi Inalum, sehingga menguntungkan,” pungkas Hans.(OL-11)
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menandai 50 tahun perjalanan perusahaannya sebagai momentum refleksi atas kontribusi dan peran strategis.
Peningkatan kualitas SDM merupakan pilar strategis dalam memperkuat daya saing industri aluminium Indonesia.
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menutup tahun ini dengan capaian penjualan yang solid.
PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali menggelar ajang tahunan Technology Innovation Seminar (TIS) 2025, sebagai wujud nyata semangat inovasi dan perubahan berkelanjutan.
Fasilitas smelter alumina bauksit yang saat ini dikembangkan oleh PT Indonesia Asahan Almunium (Inalum) akan selesai pembangunannya pada akhir 2027.
Desa Meat yang kaya budaya dan sejarah merupakan salah satu desa binaan PT Inalum yang berada di Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Sumut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved