Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DOLAR AS memperpanjang pelemahan terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya dan mata uang berisiko menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena para pelaku pasar mempertimbangkan sejumlah data ekonomi terbaru.
Perusahaan-perusahaan sektor swasta AS memberi sinyal perlambatan dalam tingkat kontraksi output pada Juni, karena bisnis mulai dibuka kembali dalam skala yang lebih besar, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh penyedia informasi global berbasis di London IHS Markit pada Selasa (23/6).
Indeks Output PMI (Indeks Manajer Pembelian) Komposit AS dari IHS Markit tercatat 46,8 pada Juni, naik dari 37,0 pada Mei. Sementara itu, Indeks Aktivitas Bisnis Jasa-jasa AS tercatat 46,7 pada Juni sementara PMI Manufaktur 49,6, laporan tersebut menunjukkan. Angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi di sektor ini.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,39% menjadi 96,6619.
Greenback sempat naik karena pembelian aset aman setelah penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro mengatakan pakta perdagangan AS-Tiongkok "berakhir."
Baca juga: Harga Emas Naik Tiga Hari Beruntun
Sentimen risiko kemudian meningkat setelah dia meralat kembali pernyataan itu, mengatakan mereka diambil di luar konteks. Presiden AS Donald Trump kemudian mengonfirmasi dalam sebuah cuit bahwa kesepakatan dengan TIongkok "sepenuhnya utuh."
"Kami memperkirakan kejatuhan lebih lanjut yang terbatas, dengan Presiden Trump diperkirakan akan tetap berkomitmen pada kesepakatan perdagangan fase satu menjelang pemilihan," kata Lee Harman, analis mata uang di MUFG, seperti dikutip Reuters.
"Namun, aksi harga tadi malam menyoroti bahwa pasar valas tetap sensitif terhadap ketidakpastian kebijakan perdagangan. Ini tetap menjadi pemicu potensial untuk volatilitas yang lebih tinggi," katanya.
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1312 dolar AS dari 1,1260 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2522 dolar AS dari 1,2471 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,6936 dolar AS dari 0,6917 dolar. AS.
Dolar AS dibeli 106,47 yen Jepang, lebih rendah dari 106,92 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9444 franc Swiss dari 0,9474 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3540 dolar Kanada dari 1,3524 dolar Kanada. (A-2)
F-15 AS ditembak jatuh di Iran. Satu pilot selamat, satu masih dicari. Dua Black Hawk rusak ditembaki saat misi evakuasi di tengah eskalasi perang.
Iran tembak jatuh jet F-15 AS dan tawarkan imbalan US$60.000 untuk tangkap pilot. AS kerahkan misi penyelamatan di tengah penolakan gencatan senjata oleh Teheran.
Pendeta Franklin Graham memicu kontroversi di Gedung Putih setelah mengklaim Iran ingin memusnahkan Yahudi dan menyebut Donald Trump dipilih Tuhan.
Penilaian tersebut juga menunjukkan bahwa Iran masih menyimpan banyak rudal serta rudal jelajah pertahanan pesisir dalam jumlah yang signifikan.
Menurut sumber tersebut, Trump tiba di kediamannya di Mar-a-Lago pada 27 Februari, di mana para ajudannya berkumpul di pusat operasi sementara.
Medvedev menyebut pernyataan Trump itu hanya sekadar “gertakan”.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan forum investasi Indonesia-Tiongkok di Beijing menjadi momentum strategis untuk mendorong pelaku usaha nasional.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti memberikan catatan atas rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan
Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan investasi Rp574 triliun.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan membuahkan komitmen investasi besar hingga mencapai Rp574 triliun.
Kehadiran investasi di kawasan industri ini menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat Majalengka,
Investor ritel di pasar saham Indonesia diimbau untuk tidak lagi bergantung pada data usang dalam mengambil keputusan investasi, seiring dinamika pasar yang semakin cepat, dan kompleks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved