Sabtu 20 Juni 2020, 21:13 WIB

Antisipasi Krisis Pangan, Ini Strategi Kementan Kembangkan Pangan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Antisipasi Krisis Pangan, Ini Strategi Kementan Kembangkan Pangan

DOK KEMENTAN
Umbi-umbian.

 

FAO telah memberikan peringatan akan terjadinya ancaman krisis pangan dunia. Banyak negara membatasi ekspor pangannya dan mengutamakan kebutuhan pangan di dalam negeri untuk mengamankan pasokan pangannya.

Kementerian Pertanian (Kementan) mengantisipasi ancaman tersebut melalui berbagai langkah strategis antara lain percepatan pertanaman, perluasan areal tanam baru, penguatan cadangan pangan. Bahkan juga menguatkan diversifikasi pangan dengan mengembangkan pangan lokal.  

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan pentingnya pangan lokal dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Untuk itu, Mentan SYL telah mengimbau kepada kepala daerah baik gubernur maupun bupati dan wali kota fokus mengembangkan pangan lokal berdasarkan keunggulan komparatif wilayah.

Baca Juga: Kementan Jaga Produksi Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Selaras dengan Mentan SYL, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementan, Agung Hendriadi mengungkapkan pentingnya pengembangan pangan lokal ini karena potensi pangan lokal di Indonesia sangat besar.

“Ada banyak potensi pangan lokal yang sangat besar dalam mendukung ketahanan pangan, kita identifikasi dan dorong agar tiap provinsi mempunyai satu komoditas andalan selain beras,” ujar Agung.

Lebih lanjut Agung menjelaskan, pengembangan diversifikasi pangan lokal fokus pada beberapa komoditas pangan lokal. Yaitu ubi kayu, jagung, sagu, pisang, dan kentang.

Langkah diversifikasi pangan lokal ini dilakukan melalui pengembangan diversifikasi pangan di daerah yang memang potensi pangan lokal tersebut dapat berkembang dengan baik.

Baca Juga: Kementan Jaga Ketersediaan Pangan

Walaupun di semua provinsi komoditas pangan lokal dapat ditemukan dengan mudah, namun berdasarkan sebaran produksi pangan, terdapat sentra-sentra produksi untuk komoditas tertentu. Misalnya ubi kayu banyak ditanam di Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sedangkan sagu banyak ditemukan di Riau, Papua, dan Maluku.

Di sisi lain, konsumsi pangan lokal masih relatif rendah. Pangan sumber karbohidrat masih didominasi beras. Padahal pangan lokal seperti umbi-umbian memiliki nilai gizi yang tinggi.

Oleh karena itu, Kementan mendorong masyarakat untuk mengonsumsi pangan lokal. Langkah strategisnya dengan meningkatkan produksi di hulu, sedangkan di hilir kita kampanyekan dan edukasi kepada masyarakat bahwa mengonsumsi pangan lokal itu bagus dan menyehatkan.

"Kita mendorong masyarakat Indonesia mengonsumsi pangan lokal dan tidak mengandalkan impor, sehingga pangan lokal ini akan berjaya," ujar Agung. (OL-10)

Baca Juga

Antara

Pasokan Aman, Pemerintah Pastikan Harga Beras Tetap Terkendali

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 25 September 2022, 18:22 WIB
Berdasarkan data Kemendag, secara rerata harga beras mengalami kenaikan 0,9% dibanding tahun...
dok.mi

Subsidi BBM Perlu Dialihkan untuk Tujuan yang Produktif

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 16:35 WIB
ANGGARAN Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang selama ini digunakan untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM), dinilai perlu dialihkan...
KKP

KKP Gandeng Rusia Perkuat Kerja Sama Perikanan

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 25 September 2022, 16:11 WIB
Ishartini mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Rusia menjadi salah satu pasar potensial...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya