Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PLATFORM pasar digital (marketplace) Alibaba.com mencatatkan peluang besar untuk masuk pasar global bagi usaha kecil menengah (UKM) ialah dengan mengembangkan model bisnis bussiness to bussiness (B2B).
Country Director Alibaba.com untuk Indonesia Felix Yang menjelaskan, berdasarkan data US International Trade Commision, dibanding dengan business to consumer (B2C), B2B memiliki pasar yang sangat variatif dan volume perdagangannya 6 kali lebih besar, yaitu mencapai 23,9 triliun dollar AS.
Jika dipetakan lebih rinci, 90 persen pembeli B2B melakukan transaksi melalui telepon genggam. Permintaan dari pembeli itu lantas dipenuhi secara e-commerce oleh manufaktur (39 persen) dan UKM (29 persen).
Sehingga, bila dijumlahkan, manufaktur dan UKM baru memenuhi 68 persen kebutuhan pembeli B2B. Hal ini yang dinilai Felix merupakan potensi bagi UKM Indonesia untuk bisa menjual produknya ke pasar global.
“Jadi bagaimana untuk melengkapi gapnya? Inilah peluangnya. Kami memiliki 20 juta pembeli aktif di dunia dengan permintaan per hari 300 ribu jenis produk. Itu semua baru dilayani oleh 150 ribu supplier (gold member) di lebih dari 190 negara,” katanya dalam Webinar Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Inkubasi Bisnis Xi, Kamis (18/6).
Felix mengungkapkan.pasar B2B tumbuh secara cepat seiring aktivitas global. Pertumbuhannya sangat stabil di angka 50 persen dalam kurun tiga tahun terakhir. Untuk saat ini, Amerika Serikat, India, dan Inggris menjadi pasar masuk dalam kategori tertinggi dalam 10 negara tujuan pemasaran.
Umumnya, produk yang diincar adalah apparel, peralatan berkebun, dan bahan mentah. Lebih lanjut, Felix juga menerangkan kategori usia pembeli dalam perdagangan B2B.
Baca juga : Masuk Pasar Global, Teknik Pemasaran UKM Indonesia Perlu Diasah
“Ada 49 persen pembeli yang berusia 17- 34 tahun (antara 2017-2018). Mayoritas mereka menemukan produk di online platform, menyusul search engine, dan website supplier,” kata Felix.
“Tantangan bagi buyers online adalah adalah kualitas produk (apakah produknya bagus tidak atau asli tidak), harga, kualifikasi supplier (penjualnya bagus atau tidak), dan komunikasi,” imbuhnya.
Di Indonesia, kini sudah ada 35 ribu produk dari supplier yang bergabung dengan Alibaba.com. Mayoritas mereka menjual produk furnitur (30 persen), disusul pertanian (8,5 persen). Angka supplier dari Indonesia ini tergolong besar karena beberapa negara lain hanya memiliki 6.000.
Salah satu supplier dari Indonesia yang disebut Felix mendapat kesuksesan adalah CV Mulya Rattan yang memasarkan produknya ke Israel, Jerman, dan Spanyol. Sepanjang 2020, produsen produk rotan asal Jawa Barat itu mendapatkan order 3 HQ container dengan nilai transaksi hingga puluhan ribu dollar AS.
Kepada pegiat UKM Indonesia, Felix berpesan untuk tetap tegar dan bersemangat dalam berwirausaha, kendati wabah Covid-19 masih berlangsung.
“Jangan khawatir, jangan takut, di belakang pandemi ini kita pasti memiliki hal yang besar. Tuhan telah mempersiapkan semuanya untuk kita. Tetap optimistis. Kami siap membantu untuk memasarkan produk via online," pungkasnya. (RO/OL-7)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendorong peran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
lnisiatif strategis ini akan memperluas akses broadband terjangkau dan andal bagi lebih dari 200.000 UKM mulai 1 Oktober 2025
Linknet menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan PT Millenia Outsourcing Company di tanggal 1 Oktober 2025.
Teknologi chatbot seperti OCA AI Plus mampu dioptimalkan menjadi solusi-solusi yang bermanfaat
DIGITALISASI dan keberlanjutan di era globalisasi menjadi kesempatan dan tantangan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) saat ini.
Luna Capital Modal Xpress, sebuah layanan pinjaman digital terbaru hasil kreasi Luna Pos, bersama GoTyme Indonesia dan Danabijak, resmi diluncurkan hari ini, Rabu (27/8).
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Delapan perusahaan asal Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.
Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi produk Malaysia karena kedekatan budaya, selera, dan preferensi konsumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved