Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUK yang dihasilkan usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia diakui memiliki kualitas yang mumpuni. Namun, masih ada jurang pemisah yang perlu diperkecil agar produk itu bisa bersaing di pasar global.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, salah satu masalah utama UKM Indonesia ada pada sisi pemasaran. Menurutnya, banyak UKM yang belum tahu cara memasarkan produknya di tingkat global.
Hal itu ditegaskannya dalam seminar daring (webinar) Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Inkubasi Bisnis XI bekerja sama dengan Alibaba.com dan ATT Group, Kamis (18/6). Webinar itu mengambil tema Expanding Your Market Globally Through E-Commerce.
"Dalam kondisi seperti sekarang ini para UKM hanya mengandalkan medsos untuk menjual. Saya kira dalam pertolongan cepat mereka membutuhkan cara bagaimana untuk mengemas kembali usahanya, apa inovasinya, dan bagaimana cara menjualnya,” kata Ganjar yang juga ketua Umum PP Kagama.
Ganjar berharap dengan dukungan platform perdagangan daring (e-commerce) global seperti Alibaba.com, produk UKM Indonesia bisa semakin dikenal di pasar global dan jadi salah satu produk paling dicari di dunia.
Direktur Utama PT. Brantas Abipraya Bambang E Marsono mengatakan, UKM perlu dibantu dalam meningkatkan pangsa pasar, terutama pasar ekspor. Hal itu karena UKM terbukti mampu bertahan di tengah situasi krisis berdasarkan catatan sejarah.
Baca juga : Kemenkop Dorong Pelibatan UMKM dalam Pengadaan Barang Pemerintah
Country Director Alibaba.com untuk Indonesia Felix Yang mengatakan, peta pembeli global saat ini bergeser ke usia 18-34 tahun. Hal ini menurutnya merupakan tantangan bagi UKM Indonesia.
“Nilai transaksi B2C (Business to Consumer) e-commerce dipersepsi lebih besar, padahal B2B (Busines to Business) enam kali lebih besar,” ujarnya.
Felix menambahkan, pergeseran tren tersebut ditandai dengan permintaan buyer global B2B yang meningkat 65 persen dalam tiga tahun terakhir.
“Persentase buyer B2B online mencapai 90 persen, tetapi persentase UKM B2B yang go online baru 29 persen. Ini gap yang cukup besar dan menjadi peluang besar untuk UKM mulai berjualan online,” tuturnya.
Meski demikian, sejumlah perusahaan seperti PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia dan ATT Group berkomitmen untuk turut membantu ekosistem ekspor UKM Indonesia ke pasar global. (RO/OL-7)
PELUANG Media Group menyelenggarakan ajang Top 50 Koperasi dan UKM Ekspor Award 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) yang menembus pasar internasional.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendorong peran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
lnisiatif strategis ini akan memperluas akses broadband terjangkau dan andal bagi lebih dari 200.000 UKM mulai 1 Oktober 2025
Linknet menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan PT Millenia Outsourcing Company di tanggal 1 Oktober 2025.
Teknologi chatbot seperti OCA AI Plus mampu dioptimalkan menjadi solusi-solusi yang bermanfaat
DIGITALISASI dan keberlanjutan di era globalisasi menjadi kesempatan dan tantangan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) saat ini.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved