Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA emas merosot lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena harapan untuk rebound ekonomi global mendapat dorongan dari data penggajian non-pertanian AS yang lebih baik dari perkiraan, mengurangi permintaan untuk aset safe havens.
Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange, jatuh US$44,4 atau 2,57%, menjadi ditutup pada US$1.683,00 per ounce, setelah laporan pekerjaan AS yang kuat memberikan tekanan pada logam mulia.
Harga emas berjangka terangkat US$22,6 atau 1,33% menjadi ditutup pada US$1.727,40 per ounce pada Kamis (4/6), setelah anjlok US$29,2 atau 1,68% menjadi US$1.704,80 per ounce pada Rabu (3/6), dan jatuh US$16,3 atau 0,93% menjadi US$1.734,00 pada Selasa (2/6).
"Kami memiliki angka penggajian AS yang secara signifikan lebih kuat dari perkiraan - kenaikan 2,5 juta versus ekspektasi penurunan 7,5 juta - bahwa ayunan 10 juta telah memajukan harapan pemulihan ekonomi di Amerika Serikat," kata Kepala Strategi Komoditas TD Securities, Bart Melek.
Baca juga: Kemampuan Pasar Serap SBN Meningkat
Harga emas juga tertekan oleh imbal hasil yang lebih kuat dan dolar yang sedikit menguat, "yang berarti peluang kerugian menyimpan emas dalam portofolio telah naik," tambah Melek.
Wall Street melonjak setelah jatuh ke wilayah bearish setelah data terbaru AS menunjukkan penurunan drastis dalam pengangguran menjadi 13,3% pada Mei dari 14,7% pada April karena pemutusan hubungan kerja (PHK) berkurang.
Data datang menjelang pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS minggu depan. Bank sentral telah menyuntikkan stimulus besar-besaran dan memangkas suku bunga mendekati nol untuk meredam pukulan dari pandemi virus korona.
Namun, "kami masih menghadapi ketidakpastian ekonomi, ketegangan perdagangan, masalah di Amerika Serikat," kata Analis INTL FCStone Rhona O'Connell. "Untuk jangka panjang, pengaruhnya jelas lebih positif (untuk emas) daripada negatif."
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 58,2 sen atau 3,22%, menjadi ditutup pada US$17,479 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli kehilangan US$34,6 atau 4%n, menjadi menetap pada US$830,4 dolar AS per ounce. (A-2)
Pada Desember 2025 porsi konsumsi tercatat sebesar 74,3% kemudian turun menjadi 72,3% pada Januari 2026 dan kembali menurun menjadi 71,6% pada Februari 2026.
Kanada ingin terlebih dulu bertemu dengan pebisnis lokal untuk menjajaki peluang investasi.
Peningkatan harga emas dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu minat masyarakat terhadap investasi, terutama pada instrumen yang dinilai relatif aman atau safe haven.
Kenaikan tajam emas dalam sepekan terakhir dipicu oleh eskalasi militer di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Platform investasi aset kripto Pintu meluncurkan program eksklusif Pintu VIP bagi pengguna dengan aktivitas perdagangan dalam volume besar.
Berdasarkan riset YouGov tahun 2025, mayoritas Gen Z kini lebih memilih mengalokasikan THR mereka untuk ditabung atau diinvestasikan dibandingkan sekadar konsumsi sesaat.
Update harga emas Antam hari ini Jumat 13 Maret 2026 tetap di Rp3.042.000 per gram. Cek rincian harga buyback dan analisis pasar global terbaru.
Harga emas Antam hari ini (12/3/2026) turun tajam Rp45.000 per gram menjadi Rp3.042.000. Simak rincian harga buyback dan analisis pasar di sini.
Cek rincian harga emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Kamis (12/3/2026). Harga emas UBS tembus Rp3,113 juta per gram, Galeri 24 Rp3,098 juta.
Peningkatan harga emas dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu minat masyarakat terhadap investasi, terutama pada instrumen yang dinilai relatif aman atau safe haven.
Salah satu sentimen utama yang membayangi harga emas besok adalah anjloknya harga minyak mentah dunia hingga 11 persen ke kisaran USD 85-87 per barel.
Harga emas Antam hari ini Rabu, 11 Maret 2026, naik tajam ke Rp3.087.000 per gram. Simak rincian harga beli dan buyback terbaru di Logam Mulia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved