Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup hari ini sebesar 31.08 poin ke level posisi 4.947,78 atau naik 0,63 persen.
IHSG ditutup dengan saham-saham sektor aneka Industri (+4.13%) dan Property konstruksi (+1.64%) menjadi kontributor penguatan IHSG hingga akhir sesi.
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi, mengatakan ASII (+5.04%) membalikan kerugian sebelumnya setelah data pertumbuhan penjualan motor merosot jauh dibawah ekspektasi.
"Sedangkan dari sektor property saham CTRA (+14.39%), SMRA (+14.22%), ASRI (+11.76%), PWON (+11.59%) dan BSDE (+8.55%) naik sangat optimis mengiringi banyaknya pengembang menunda kenaikan harga property dan memberikan potongan harga besar-besaran dapat memicu peningkatan permintaan ditengah pandemi," kata Lanjar kepada mediaindonesia.com, Jumat (5/6).
Selain itu, Lanjar melanjutkan, sektor properti mendapatkan angin segar dari program tabungan perumahan rakyat (Tapera) yang telah di tandatangani Presiden melalui PP No.25 tahun 2020 pada tanggal 20 mei lalu.
Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp51 Miliar dengan saham TLKM menjadi yang terbanyak dijual meskipun nilai tukar rupiah menguat signifikan 1.54% ke level 13877.50 per USD.
Baca juga :Pekan Depan, Nilai Tukar Rupiah Bisa Capai Rp13.500
Naiknya indeks saham Asia dan future global membuat Eropa membuka perdagangan dengan sangat optimis. Indeks Eurostoxx (+2.35%), FTSE (+1.29%) dan DAX (+2.30%) mengalami penguatan lebih dari dua persen mengiringi penguatan mata uang Euro untuk hari kesembilan setelah langkah-langkah bantuan fiskal dan moneter dari Frankfurt dan Berlin diatas ekspektasi.
Minyak tampak siap untuk kenaikan mingguan keenam setelah OPEC + mencapai kesepakatan tentatif untuk memperpanjang rekor penurunan produksi.
"Secara teknikal IHSG bergerak tertahan pada level support moving average 5 hari dikisaran level 4881 sehingga peluang pengujian level psikologis kembali terbuka sebagai konfirmasi penguatan lanjutan IHSG mengapai wave c yang berada di Fibonacci Retracement 161.8% pada level 5300," jelasnya.
Indikator mayoritas memberikan signal kejenuhan dimana Stochastic berpeluang dead-cross pada area overbought, RSI menjenuh pada momentum positif.
MACD memberikan pergerakan permulaan divergen degan histogram yang mulai melandai.
"Sehingga kami perkirakan IHSG akan kembali bergerak berfluktuatif dengan percobaan kembali menguji psikologis level pada support resistance 4900-5000. Saham-saham yang cukup menarik secara teknikal diantaranya; ADHI, AKRA, ANTM, ICBP, INCO, LSIP, MAPI, MEDC, TBIG, TINS, WIKA," pungkasnya. (OL-2)
IHSG turun 1,05% akibat kekhawatiran kebijakan tarif AS. Temukan saham-saham yang paling terpengaruh dalam penurunan ini.
IHSG hari ini ditutup melemah 1,05% ke level 8.235,26. Pelaku pasar khawatir atas tarif impor panel surya dan penyelidikan sektor perikanan oleh Amerika Serikat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, sempat dibuka di zona hijau.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, mengalami penguatan.
IHSG hari ini ditutup melemah ke level 8.280,83. Simak analisis pemicu koreksi indeks, dampak kebijakan tarif AS, serta daftar saham top gainers dan losers.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved