Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Mentan Ingatkan Kemandirian Pangan

Iam/Ant/E-2
27/5/2020 05:50
Mentan Ingatkan Kemandirian Pangan
Hamparan sawah membentang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (13/5/2020).(ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengingatkan kepada jajaran Kementan untuk tidak menyandarkan sedikit pun pada importasi demi kemandirian bangsa.

“Impor memang bukan se­suatu yang diharamkan. Tetapi, kemandirian bangsa tidak boleh tersandera oleh itu. Kalau begitu, kita harus bekerja lebih keras. Petani harus dimotivasi dan tetap disemangati,” kata Syahrul saat berhalalbihalal secara virtual dengan pegawai Kementan se-Indonesia, kemarin.

Karena itu, Mentan meminta seluruh jajaran terus bekerja memenuhi kebutuhan pangan Indonesia, meski dalam kondisi terbatas saat ini.

Dalam menangani sektor pertanian, Syahrul menilai tidak cukup hanya dengan pendekatan teknis. Menurut dia, social engineering agriculture juga dibutuhkan dengan bekerja secara humanis melalui empati.

Di kesempatan terpisah, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, mengungkapkan kondisi neraca perdagangan produk pertanian tahun ini masih positif, merujuk pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Perdagangan internasional ialah hal yang wajar karena tiap negara punya keunggulan komparatif dan kondisi agroekologi wilayah dan iklim yang spesifik. Yang harus kita jaga ialah neraca dagangnya harus menguntungkan kita,” kata Kuntoro dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/5).

Neraca perdagangan komoditas pertanian pada 2019 menunjukkan nilai ekspor Indonesia sebesar US$3,89 miliar dan impor sebesar US$2,02 miliar. Sehingga di tahun lalu, nilai ekspor Indonesia surplus senilai US$1,87 miliar.

Sementara itu, di periode Ja­nuari hingga Maret 2020, nilai ekspor sudah surplus US$164 juta untuk komoditas pertanian. Untuk volumenya, tahun 2019 sebesar 5,762,987 ton, naik 49,86% dibanding 2018. Khusus sektor hortikultura, neracanya juga tumbuh positif hingga 8,25%. (Iam/Ant/E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya