Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BANTUAN langsung tunai (BLT) dana desa untuk masyarakat yang terdampak wabah virus korona telah tersalurkan ke 23.963 desa.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan penyaluran BLT dana desa itu melonjak hingga 7.496 desa.
“Melonjaknya penyaluran tersebut terjadi kemarin (Rabu, 20/5). Hingga kini sebanyak 55.260 desa yang sudah mendapatkan dana desa di rekening kas desa, artinya desa tersebut siap menyalurkan BLT,” kata Halim dalam keterangan resminya, kemarin.
Dalam catatannya, sebanyak 5.437 desa masih dalam proses di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang nantinya dananya akan tersalurkan ke rekening kas desa.
Untuk menerima BLT dana desa, tiap desa harus melalui empat tahapan yakni pendataan jumlah keluarga miskin, musyawarah desa khusus untuk menetapkan daftar penerima BLT, pengesahan bupati terhadap daftar usulan desa tersebut, dan diakhiri dengan penyaluran BLT.
“Hingga hari ini, desa yang telah melakukan pendataan keluarga miskin mencapai 62.063 desa. Ini mengalami kenaikan yang sebelumnya 3.690 desa,” ujar Halim.
Politikus PKB itu juga menyampaikan, nilai BLT dana desa yang telah disalurkan kepada keluarga miskin mencapai Rp1,48 triliun. “Angka sebelumnya Rp489,207 miliar, sekarang Rp1,481 triliun,” ujarnya.
Di kesempatan berbeda, Menteri Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 50/PMK.07/2020 tentang Perubahan Kedua Atas PMK 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa. Beleid itu untuk untuk mempermudah penyaluran dana desa dan percepatan realisasinya.
“Ini PMK baru yang penting diketahui atau terkait dengan relaksasi penyaluran dana desa, terutama nanti akan terkait dengan BLT Dana Desa,” ujar Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (20/5).
Dalam PMK 50/2020 tersebut, lanjut Astera, total anggaran untuk BLT dana desa dinaikkan menjadi Rp31,79 triliun dengan jangka waktu penyaluran selama 6 bulan.
Batas maksimal pengalokasian dana desa untuk BLT juga diubah. Sebelumnya, besaran BLT ditetapkan sebesar 35% dari dana desa atau lebih, namun dengan persetujuan pemerintah daerah. Kini besaran BLT disesuaikan dengan kebutuhan BLT desa. (Iam/Mir/E-2)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) hari terakhir yang dilaksanakan di Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat.
Pemerintah menyalurkan BLT Kesra tersebut sekaligus untuk tiga bulan yakni Oktober, November dan Desember 2025.
Pemerintah terus mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terdampak bencana Sumatra.
Pos Indonesia menunjukkan perannya sebagai perpanjangan tangan negara melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLTS) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Kota Padang.
Bantuan langsung tunai (BLT) untuk para korban bencana Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih membayangi sebagian warga, Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) menjadi penyangga penting.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved