Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MASKAPAI pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, diketahui memiliki utang global sukuk sebesar US$ 500 juta yang jatuh tempo pada 3 Juni mendatang.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan perseroan mengajukan perpanjangan waktu pelunasan Trust Certificates "Garuda Indonesia Global Sukuk Limited".
Pengajuan perpanjangan waktu pelunasan global sukuk untuk jangka waktu minimal tiga tahun. Usulan disampaikan dalam proposal permohonan persetujuan (consent solicitation) kepada pemegang sukuk (sukukholder).
Baca juga: Korona Paksa Garuda Tunda Bayar Utang dan Tunda Gaji
“Usulan perpanjangan pelunasan disampaikan melalui Singapore Exchange (SGX) dengan informasi keterbukaan di Indonesia Stock Exchange (IDX) dan kepada Otoritas Jasa Keuangan,” ujar Irfan dalam keterangan resmi, Selasa (19/5).
Selanjutnya, proposal perpanjangan waktu pelunasan global sukuk akan menunggu persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Sukuk. Rencanya, rapat diadakan pada akhir masa grace period, yakni 10 Juni.
"Melalui permohonan persetujuan (consent solicitation) atas sukuk ini, Garuda Indonesia dapat memperkuat pengelolaan rasio likuiditas perseroan di skala yang lebih favourable. Sehingga, kami dapat mengoptimalkan upaya peningkatan kinerja perseroan lebih dinamis,” papar Irfan.(OL-11)

Seluruh prosedur keselamatan dijalankan sesuai standar operasional. Pilot dinilai mampu mengendalikan situasi hingga pesawat mendarat dengan aman di Sydney.
Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Glenny H Kairupan menegaskan tidak ada awak kabin yang mengalami cedera serius dalam insiden turbulensi penerbangan GA 712 rute Jakarta–Sydney.
Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Tetty Paruntu, menyoroti penataan manajemen dan arah transformasi baru Garuda Indonesia pascapengangkatan direksi baru.
Penyelamatan Garuda harus dimulai dari sektor operasional yang selama ini membebani keuangan. Proses pemulihan penuh membutuhkan waktu dua tahun.
Suntikan dana ini akan memperkuat struktur permodalan dan memastikan keberlanjutan pencatatan saham Garuda di Bursa Efek Indonesia.
Setiap pelanggan dapat melakukan satu kali penukaran pada setiap skema mulai dari 30.000, 150.000, dan 300.000 poin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved