Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Mirza Adityaswara, menilai Bank Indonesia (BI) masih bisa menurunkan suku bunga acuan atau BI-7 Day Repo Rate.
"BI kalau mau nurunin bunga, pasti lihat masih punya positive real policy rate apa tidak. Positive real policy rate itu antara BI rate dengan inflasi. Karena kalau tidak positif, maka dianggap menanamkan uang rupiah itu menjadi kurang benefit karena termakan inflasi," papar Mirza dalam diskusi virtual, Selasa (19/5).
Saat ini, lanjut dia, BI hanya mau menurunkan suku bunga jika positive real policy rate terjaga atau positif. Tingkat suku bunga acuan BI saat ini berkisar 4,5%. Sementara inflasi berada pada level 2,5-3%.
Baca juga: BI Sisihkan Gaji dan THR Rp101,4 Miliar Bantu Tangani Covid-19
Mantan Deputi Gubernur Senior BI memperkirakan jika ekonomi terus melambat, masih ada positive real policy rate sebesar 1,5%. Bank sentral pun bisa memanfaatkan untuk menurunkan suku bunga acuan.
"Kami melihat sekarang dengan positive real policy rate masih ada 1,5%. Mungkin BI masih punya ruang untuk menurunkan bunga 50 basis poin (bps)," ujar Mirza.
Dia menduga jika tidak dimanfaatkan sekarang, penurunan suku bunga acuan mungkin terjadi pada Juni atau Juli. Tepatnya, setelah rilis pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II 2020 keluar.(OL-11)
BANK Indonesia Solo sediakan uang baru untuk menyambut Lebaran 2026 sebanyak Rp4,59 triliun, yang layanan pelaksanaan penukaran untuk masyarakat, akan dimulai 23 Februari-13 Maret 2026.
Ingin tukar uang baru untuk Lebaran 2026? Simak panduan lengkap cara daftar di PINTAR BI, jadwal resmi, hingga syarat penukaran paket Rp5,3 juta. Cek linknya di sini!
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
LEMBAGA pemeringkat Moody's mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2 dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif pada 5 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved