Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA pembentukan bank penyangga likuiditas untuk bank yang melakukan restrukturisasi kredit harusnya menjadi angin segar bagi pelaku pasar di bursa saham pekan ini. Pasalnya, bank penyangga yang disebut sebagai bank jangkar itu akan dijamin penuh pemerintah lewat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Penjelasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal bank jangkar akan mendorong sentimen positif di dalam negeri bagi saham perbankan pekan depan. Saya perkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang konsolidasi menguat di pekan depan dengan support di level 4441 sampai 4317 dan resistance di level 4586 sampai 4726,” ungkap Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee, kemarin.
Diakuinya, pelaku bursa saham sempat ketar-ketir atas rencana OJK membentuk bank jangkar pada Senin (11/5) lalu. Karena minimnya penjelasan soal bank jangkar saat itu, pelaku pasar khawatir akan risiko yang bakal dihadapi bank jangkar akibat ketidakjelasan mekanisme pelaksanaan bank jangkar. Dampaknya, bursa saham mengalami pelemahan sepanjang pekan lalu.
Pasar baru bisa menarik napas lega setelah OJK pada Jumat (15/5) lalu menjelaskan pemerintah akan menyediakan likuiditas yang dibutuhkan bank jangkar untuk diteruskan kepada bank pelaksana atau bank yang melakukan restrukturisasi kredit.
“Apalagi setelah OJK menjelaskan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan turun tangan jika sampai bank pelaksana tidak mampu mengembalikan likuiditas yang dipinjamkan dari bank jangkar. Ini membuat sentimen pasar makin positif sekaligus membuat potensi sektor keuangan mengalami kenaikan di pekan depan,” ujar Hans.
Namun, ia juga mengingatkan hal yang harus diwaspadai pada pekan ini ialah masih fluktuatifnya pasar saham keuangan dunia. Pasalnya, hilangnya optimisme pemulihan ekonomi yang cepat setelah pelonggaran lockdown menjadi sentimen utama pasar.
Kemungkinan naiknya tensi perang dagang yang tinggi antara Tiongkok dan Amerika Serikat akibat pandemi covid-19 juga akan menjadi perhatian pelaku pasar.
Suntik Bank Bukopin
Sabtu (16/5) lalu, lewat keterangan resminya, Direktur Manajemen Risiko Bank Bukopin Jong Hwan Han menyampaikan Kookmin Bank (KB) dari Korea Selatan akan menambah modal Bank Bukopin melalui penawaran umum terbatas (PUT) V yang akan dilaksanakan pada akhir semester I 2020. Kookmin Bank saat ini tercatat sebagai pemegang saham terbesar kedua Bank Bukopin dengan kepemilikan saham 22%.
“Kookmin Bank memiliki keinginan kuat untuk menambah modal Bank Bukopin. Itu merupakan upaya pemegang saham memperkuat permodalan bank dan membantu pengembangan bisnis ke depan,” terangnya.
Kookmin Bank saat ini disebut sedang dalam tahap persiapan final secara internal, termasuk menyediakan dana pada escrow account untuk keperluan PUT V Bank Bukopin. Bahkan, Kookmin Bank berencana untuk menambah modal Bank Bukopin dengan skema lainnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo mengungkapkan proses right issue telah memasuki penelaahan dokumen tahap akhir dan tinggal menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Mir/E-2)
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan investor.
Penguatan ini terjadi setelah saham REAL sempat terkoreksi menyusul sanksi administratif yang dikenakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Presiden Prabowo sangat marah atas gejolak IHSG setelah MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia. Pemerintah bertekad jaga kredibilitas pasar modal.
Pendaftaran calon pengganti anggota dewan komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi dibuka, Rabu (11/2). Ini syaratnya!
Pendaftaran calon pengganti anggota dewan komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi dibuka, Rabu (11/2). Panitia seleksi (pansel) memastikan proses seleksi bebas dari nepotisme.
Pendaftaran calon pengganti anggota dewan komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi dibuka, Rabu (11/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved