Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM menjaga ketersediaan pangan di tengah pandemi virus korona Perum Bulog menjaga stok di setiap daerah dengan mengamalkan tiga pilar dalam ketahanan pangan yakni pilar ketersediaan, pilar keterjangkauan, dan pilar stabilisasi.
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Tri Wahyudi Saleh, mengatakan pada pilar ketersediaan, Bulog sedang melakukan penyerapan gabah dan beas dari petani lokal.
"Dimana pada Mei dan Juni sedang dalam masa panen, oleh karena itu bulog menurunkan timnya untuk menyerap gabah dan beras dari para petani," kata Tri Wahyu saat telekonferesi, Minggu (17/5).
Pada pilar keterjangkauan, Bulog sedang melaksanakan penyebaran stok beras ke seluruh daerah serta bulog juga melaksanakan operasi pasar.
"Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir bahwa stok beras di seluruh daerah dalam kondisi aman dan tercukupi," ujar Tri Wahyu.
Baca juga :Pemerintah Pastikan Industri Makanan Siap untuk Lebaran
Sedangkan pilar terakhir yakni pilar stabilitas harga, Bulog melakukan stabilisasi harga di tingkat produsen dengan menyerap gabah dan beras. Untuk dari sisi hilir melakukan stabilisasi harga di tingkat konsumen.
"Kemudian dalam upaya memenuhi pangan selama pandemi Bulog menjaga ketersediaan pasokan diminta pemerintah menjaga stok hingga 1-1,5 juta ton itu sedang kami laksanakan," jelasnya.
"Kami melakukan penyerapan gabah dan beras hingga 15 ribu ton per hari itu kami pertahankan," tambahnya.
Sebaran stok beras di seluruh gudang Bulog di Indonesia mencapai 1,4 juta ton dan sudah tersebar di seluruh Indonesia.
Adapun Bulog memilki mekanisme minimum stok yakni 1/3 dalam gudang, 1/3 di perjalanan, dan 1/3 di perjalanan menuju gudang pengirim.
"Sehingga kami yakinkan dan pastikan sebaran stok beras dalam kondisi aman dan Insya Allah kami juga akan memasuki panen berikutnya pada September sehingga akhir tahun ketersediaan stok akan aman," pungkasnya. (OL-2)
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
WAKIL Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq bersama Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
PERUM Bulog tengah menyiapkan ekspor beras premium untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved