Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
GARUDA Indonesia diketahui memiliki utang sukuk global dengan nilai penerbitan sebesar US$ 496,84 juta, yang akan jatuh tempo pada 3 Juni.
Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Irfan Setiaputra sempat mengeluhkan lantaran utang ini jatuh tempo di tengah pandemic covid-19. Pasalnya perusahaan maskapai nasional ini tengah menghadapi situasi keuangan yang carut-marut.
Namun, pihaknya memastikan tengah melakukan diskusi dengan pemegang saham membahas tiga opsi yang bisa dilakukan.
“Jadi ada banyak utang dan banyak tipe ya. Yang jatuh tempo ini sukuk global. Tapi saya mikir kok hatuh temponya pas lagi kayak gini. Tapi kita punya tiga opsi yang sedang diobrolkan dengan pemegang saham,” ujar Irfan saat melakukan diskusi secara virtual di Jakarta, Senin (4/5).
Baca juga:Harga BBM di Indonesia tidak Ada Perubahan
Pihaknya belum menjelaskan tiga opsi tersebut lebih lanjut. Namun, selain mendiskusikan perihal ini dengan pemilik saham. Garuda Indonesia turut menunjuk konsultan untung menangani permasalahan ini untuk menemukan solusi yang win-win.
“Kita tunjuk konsultan untuk menangani ini secara win-win. Ya yang penting solusinya yang realistis dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, seperti diketahui saat ini Garuda Indonesia tengah mengalami kesulitan keuangan perusahaan. Hal ini diperparah saat pandemic covid-19 memukul industri penerbangan salah satunya maskapai Garuda Indonesia. (OL-2)
Garuda melakukan investiasi atas penyebab kerusakan hidung pesawat GA 176 Jakarta-Pekanbaru.
Menhub Dudy Purwagandhi mengimbau maskapai penerbangan internasional meningkatkan kewaspadaan menyusul konflik Iran-Israel-AS. Garuda
Tjandra Yoga Aditama mengatakan salah satu kasus campak di Australia dihubungkan dengan penumpang penerbangan Garuda Indonesia
Garuda Indonesia menghibahkan satu unit pesawat untuk fasilitas manasik di Asrama Haji Kelas I Aceh. Hibah ini dirancang sebagai sarana praktik langsung bagi calon jemaah.
PRESIDEN Prabowo Subianto mendorong industri penerbangan nasional khususnya Garuda Indonesia agar tidak tertinggal dari pesatnya perkembangan teknologi global.
SEKRETARIS Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang menyebut Presiden Prabowo Subianto menggunakan dua pesawat kepresidenan setiap kali melakukan kunjungan ke luar negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved