Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati merespons kritikan Menteri Keuangan era Orde Baru Fuad Bawazier soal paket kebijakan stimulus ketiga sebesar Rp405,1 triliun.
Ani, sapaan karib Sri Mulyani, menilai kritikan itu menandakan Fuad Bawazier kebingungan memahami Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
"Ada salah satu bekas menteri menyampaikan, 'oh belanja negara hanya tambah Rp74 triliun, tapi pemerintah bilang Rp405 triliun'. Itu karena dia kebingungan membaca APBN," ketus Ani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, Kamis (30/4).

Menteri Keuangan Kabinet Pembangunan VII periode 16 Maret 1998-21 Mei 1998 Fuad Bawazier. (Antara)
Baca juga: Kuartal I 2020, Danamon Bukukan Laba Bersih Rp1,25 Triliun
Ani menjelaskan, untuk menghitung besaran stimulus yang diberikan pemerintah, hitungannya tidak semata dilihat dari sisi belanja. Penerimaan yang berkurang karena pemberian insentif juga merupakan salah satu komponen yang semestinya juga dipahami sebagai stimulus.
"Stimulus itu bisa berasal penerimaan yaitu dengan melakukan revenue for gone atau tidak meng-collect pajak, stimulus bisa bersaal dari belanja melalui tambahan belanja dan stimulus bisa berasal dari pembiayaan yaitu dengan melakuakn pencetakan surat berharga yang kemudian bisa ditempatkan di sektor usaha," paparnya.
Baca juga: Uang Juga Dikarantina Selama 14 Hari agar Aman dari Korona
Pada sisi belanja, memang hanya naik di kisaran Rp73,4 triliun dari target awal dalam APBN 2020 sebesar Rp2.540,4 triliun. Namun di waktu yang sama pemerintah juga melakukan refocussing dan realokasi anggaran serta penghematan belanja.
Dari tiga kegiatan itu didapat angka sebesar Rp95,7 triliun yang berasal dari seluruh kementerian lembaga. Angka itu muncul dari belanja barang yang turun Rp52 triliun, pemotongan belanja perjalanan dinas Rp33,6 triliun, barang lain Rp18,2 triliun dan belanja modal Rp42,6 triliun.
"Untuk pemotngan belanja modal kami sampaikan, dilakukan dengan tetap hati-hati, kami minta PUPR dan Kemenhub agar proyek tidak mangkrak, tapi mereka hanya melakukan slowing down atau perlambatan eksusinya atau multi years untuk diluncurkan tahun selanjutnya sehingga proyek tidak terhenti dan menjadi mangkrak," pungkas dia.
Baca juga: BI Siapkan Uang Tunai Rp 158 Triliun Selama Ramadan
Sebelumnya Fuad Bawazier melontarkan kritik bertajuk 'Stimulus atau Stimules?'. Menteri Keuangan Kabinet Pembangunan VII periode 16 Maret 1998-21 Mei 1998 itu menyatakan pemerintah sejatinya hanya mengucurkan stimulus paket ketiga sebesar Rp73,4 triliun, bukan Rp405,1 triliun.
Hitungan versi Fuad ialah dari naiknya anggaran belanja pemerintah pusat sebesar Rp167,6 triliun dikurangi dengan Anggaran Transfer Ke Daerah dan Dana Desa yang turun Rp94,2 triliun. Dari hitungan itu didapat angka sebesar Rp73,4 triliun dan dianggap sebagai besaran stimulus yang dianggarkan pemerintah. (X-15)
Hingga akhir tahun 2025, penerimaan pajak baru mencapai 87,6% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Karena coretax berjalan belum sesuai perencanaan awal. Sehingga hal ini justru menyebabkan penerimaan pajak tersendat.
Kebijakan peningkatan belanja pada 2025 sudah berada di jalur yang tepat. Namun, tantangan besar ke depan adalah memastikan efektivitasnya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bonus atlet SEA Games Thailand senilai Rp480 miliar bersumber dari APBN, bukan uang pribadi Presiden. Peraih emas terima Rp1 miliar.
DEFISIT fiskal Indonesia pada 2025 tercatat melebar melampaui target pemerintah, seiring percepatan belanja negara di penghujung tahun dan lemahnya kinerja penerimaan.
Suahasil menyebut bahwa realisasi PNBP 2025 yang mencapai Rp534,1 triliun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi PNBP 2024 tang mencapai Rp584,4 triliun.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan dampak stimulus yang digelontorkan pemerintah akan terlihat pada triwulan IV 2025.
Diskon tarif tol kerap diberikan pemerintah pada momen-momen libur panjang dalam rangka hari besar keagamaan maupun libur sekolah.
Pemerintah menyiapkan berbagai stimulus untuk meringankan biaya perjalanan masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
BADAN Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah menyepakati langkah penebalan stimulus fiskal guna menjaga daya beli masyarakat.
Rumah123 gelar Harpropnas Fest 2025 di Kota Kasablanka. Stimulus pajak dorong transaksi properti, harga turun hingga 30%, buyers market menguat.
Insentif tersebut bisa menjadi katalis transformasi sistemik, mulai dari peningkatan daya beli masyarakat, pembangunan industri hijau, hingga fondasi ekonomi rendah karbon di masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved