Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INSTITUTE for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai untuk mencegah terjadiya peningkatan angka kemiskinan karena wabah covid-19, pemerintah memberikan bantuan relaksasi kredit.
Direktur Program INDEF, Esther Sri Astuti, mengatakan relaksasi kredit bisa diberikan berupa penundaan pembayaran cicilan utang dan kemudahan pemberian kredit.
"Agar masyarakat golongan menengah tidak jatuh miskin maka pemerintah harus mengeluarkan peraturan untuk relaksasi kredit dengan catatan harus diatur dengan jelas, bukan sekedar imbauan," kata Eshter saat dihubungi, Kamis (30/4).
Selain itu bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat miskin dan masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) harus tepat dan keluarga yang benar-benar membutuhkan.
"Saran saya masyarakat yang memperoleh BLT adalah masyarakat miskin dan masyarakat yang kena PHK. Tetapi memang perlu prioritas, masyarakat yang paling membutuhkan yang menjadi prioritas," ujar Esther.
Dirinya juga mencontohkan bantuan yang dilakukan pemerintah Belanda kepada masyarakatnya yang dinilai sudah tepat hanya untuk masyarakat miskin.
"Di negara lain seperti Belanda tidak semua masyarakat bisa mendapat BLT. Hanya mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan dan terkena PHK yang memperolehnya," tandasnya.
Sementara, masyarakat yang berada di golongan menengah, Pemerintah Belanda tidak memberikan bantuan karena ada keterbatasan anggaran dari penerintah sehingga harus ada prioritas.
"Tetapi masyarakat golongan menengah dan berwiraswasta terpaksa tidak bisa diberi bantuan, meski mereka tidak bisa kerja atau dapat income selama pandemi ini. Mau tidak mau mereka harus hidup dari tabungannya," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden RI Ma'ruf Amin memprediksi jumlah orang miskin di Indonesia bertambah akibat pandemi Covid-19 karena banyak masyarakat kehilangan mata pencaharian sebagai dampak dari kebijakan-kebijakan untuk mencegah penyebaran virus tersebut.
"Banyak orang kehilangan pekerjaan dan banyak warung kecil yang tutup. Jadi, jumlah orang miskin pun makin bertambah. Mungkin di sekitar kita juga banyak orang yang terdampak korona ini," kata Wapres Ma'ruf di Jakarta, Senin (27/4). (OL-2)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) hari terakhir yang dilaksanakan di Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat.
Pemerintah menyalurkan BLT Kesra tersebut sekaligus untuk tiga bulan yakni Oktober, November dan Desember 2025.
Pemerintah terus mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terdampak bencana Sumatra.
Pos Indonesia menunjukkan perannya sebagai perpanjangan tangan negara melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLTS) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Kota Padang.
Bantuan langsung tunai (BLT) untuk para korban bencana Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih membayangi sebagian warga, Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) menjadi penyangga penting.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved