Kamis 30 April 2020, 10:11 WIB

​​​​​​​Meskipun IHSG Menguat, Ada Potensi Pergerakan Fluktuatif

Despian Nurhidayat | Ekonomi
​​​​​​​Meskipun IHSG Menguat, Ada Potensi Pergerakan Fluktuatif

ANTARA
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan pekan ini Kamis (30/4) bergerak nyaman di zona hijau.

 

PERGERAKAN Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan pekan ini Kamis (30/4) bergerak nyaman di zona hijau.

Dari hasil pantauan pada pukul 09.01 WIB, IHSG naik 1,65% atau 75,15 poin ke posisi 4.642,47. Adapun indeks saham LQ45 juga ikut menguat 2,56% atau 17,40 poin ke posisi 697,87.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memang memprediksi IHSG hari ini menguat, tapi dalam perjalannya dikatakan bahwa IHSG akan mengalami fluktuasi yang cukup besar.

"Pada perdagangan selanjutnya, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan fluktuasi pergerakan yang cukup besar," kata Lanjar dilansir dari riset hariannya.

Menurutnya, area support dan resistance indeks saham bakal berada di rentang 4.539 hingga 4.880.

Sementara itu, riset Valbury Sekuritas melihat adanya potensi rupiah yang dapat kembali apresiasi dan potensi penguatan harga minyak dunia sinyal dari harga WTI.

"Sisi lain, faktor long weekend bisa mengganjal sentimen tersebut. IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan potensi naik terbatas," tulis Valbury Sekuritas.

Baca juga: Dolar AS Jatuh Setelah Fed Tahan Suku Bunga Acuan

Sentimen pasar dalam negeri akan melihat kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) yang telah melakukan langkah dengan medorong likuiditas ke pasar uang, namun upaya tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi nasional.

BI telah melakukan pelonggaran kuantitatif (Quantitative Easing/QE) mencapai Rp503,8 triliun. Bahkan, BI akan menambah likuditas sebesar Rp117,8 triliun pada awal Mei 2020.

Di mana Likuiditas Rp117,8 triliun itu berasal dari penurunan GWM rupiah 200 bps senilai Rp102 triliun dan tidak mewajibkan perbankan menambah giro untuk memenuhi rasio intermediasi makroprudensial selama 1 tahun Rp15,8 triliun.

Dari likuiditas Rp503,8 triliun yang telah dikucurkan. Selain Rp117,8 triliun yang bakal terkucur di awal Mei 2020, BI telah menginjeksi Rp386 triliun sejak Januari-April 2020. Kebijakan moneter yang dikeluarkan BI tidak bisa langsung menyasar sektor riil karena diperlukan stimulus percepatan yang dilakukan oleh pemerintah.

Sementara itu, sentimen pasar dari luar negeri yakni dari kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memangkas dana untuk lembaga penelitian nirlaba yang melakukan riset tentang penularan covid-19 antara kelelawar dan manusia.

Pemangkasan dilakukan sehubungan kabar tidak berdasar yang mengaitkannya dengan sebuah lembaga penelitian di Wuhan, Tiongkok. Pemangkasan itu muncul setelah ada kabar yang belum pasti, menuduh EcoHealth Alliance mengirimkan dana hibah yang didapat dari pemerintah AS sebesar US$3,7 juta untuk mendanai Institut Virologi Wuhan.

Institut Virologi Wuhan menjadi target teori konspirasi tidak berdasar yang mengklaim bahwa virus itu secara tidak sengaja dibocorkan ke masyarakat. Institut Virologi Wuhan telah membantah peran dalam menyebarkan virus korona baru, meskipun administrasi Trump telah membawa perhatian pada teori konspirasi dalam beberapa pekan terakhir. (A-2)

Baca Juga

Istimewa

Penerapan Industri Hijau dan Circular Economy Naikkan Daya Saing

👤Haryanto 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 22:35 WIB
PENINGKATAN produktivitas dan daya saing sektor industri manufaktur merupakan salah satu kunci untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi...
Dok.BCA

BCA Raih 33 Award di Contact Center World - Asia Pasifik 2020

👤Heryadi 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 21:22 WIB
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil membuktikan layanan yang prima dengan membawa pulang 33 penghargaan dalam beberapa kategori ajang...
Dok. Istimewa

30 Pelaku Usaha Ikuti Pelatihan Intensif #SampoernaUntukUMKM

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 19:47 WIB
UMKM yang merupakan kunci kemandirian ekonomi kerakyatan, utamanya di masa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya