Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Korona tak Halangi Petani Bima Panen Raya Padi dan Jagung

Mediaindonesia.com
30/3/2020 12:46
Korona tak Halangi Petani Bima Panen Raya Padi dan Jagung
(DOK KEMENTAN)

Hamparan pertanian di Kabupaten Bima, Provinsi NTB, sedang berlangsung masa panen raya padi dan jagung pada bulan Maret ini hingga Mei 2020. Dengan demikian, ketersedian pangan di daerah ini aman di tengah pandemi virus korona (Covid-19).

Kepala Bidang Tanaman Pangan Kabupaten Bima, Chairul Munir menjelaskan, beberapa wilayah di Kabupaten Bima saat ini sudah memulai masa panen baik untuk padi maupun jagung. Berusaha wabah virus korona tak menyurutkan semangat petani. 

Total luas panen padi siap panen pada bulan Maret 2020 ini seluas 8,918 hektare (ha), April 20,980 ha, dan Mei 9,667 ha. Sedangkan total luas lahan jagung siap panen pada Maret 2020 seluas 17,489 ha, 31 April 36,536 ha, dan Mei seluas 4,164 ha.

Baca Juga: Kostratani Kawal Panen Raya Maret - April 2020

"Pada bulan Maret ini, hamparan padi yang dipanen terluas di Kecamatan Soromandi luas 1.926 ha, Madapangga 1.455 ha, Soromandi 1.064 ha, dan Kecamatan Bolo 1.019 ha. Kabupaten Bima memiliki 18 kecamatan, paling mudah melakukan panen padi dan jagung," demikian juga Chairul di Bima, Senin (30/3/2020).

"Untuk jagung, sentra jagungnya adalah Kecamatan Soromandi, Sanggar, Donggo, dan Madapangga. Pada Maret, panen jagung terbanyak akan ada di Kecamatan Donggo seluas 5.594 ha, dan April panen terluas di Kecamatan Soromandi seluas 7.083 ha," sambungnya.

Menambahkan menambahkan, panen padi di Kabupaten Bima sebenarnya sudah dimulai sejak Januari 2020. Secara komulatif, luas panen padi dari Januari hingga Maret 2020 ini seluas 12,685 ha dengan rata-rata provitas 5,2 ton per ha. 

"Dengan begitu, produksi gabah pada rentang waktu ini sebesar 65,962 ton gabah kering pendapatanatau 41,886 ton setara beras," jelasnya.

Baca Juga: Covid-19 Tak Halangi Petani Indramayu Panen Raya Padi dan Jagung

Lebih lanjut Chairul menjelaskan dengan jumlah penduduk Kabupaten Bima 483,901 jiwa dan berasumsi konsumsi penduduk Kabupaten Bima rata-rata 125 kg / kapita / tahun, maka dapat menjamin makanan pokok beras dipastikan aman sampai dengan 5 bulan ke depan. Hal ini belum termasuk prediksi panen April-Mei yang potensinya mencapai 30.647 ha. 

"Hasil panen kami tidak hanya memerlukan kebutuhan internal Kabupaten Bima, tetapi juga bisa disuplai ke daerah lain. Oleh karena itu, produksi beras dan jagung di Bima selama Pandemi korona aman terkendali," tegasnya.

Untuk informasi harga, saat ini harga gabah di petani Kabupaten Bima Rp4.000 hingga Rp4.200 per kg gabah kering panen. Untuk jagung, harganya Rp3.100 hingga Rp3.500 per kg pipilan kering.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menuturkan Kementan bersama pemerintah terus berkoordinasi guna meningkatkan produksi pangan dan kesehatan para petani dan petugas lapangan. Hal ini penting agar kegiatan budidaya dan panen terus dilakukan sehingga menghasilkan makanan saat wabah virus korona terus meningkat, salah satunya Kabupaten Bima, NTB.

"Sesuai arahan, Bapak Menteri Pertanian, kami meminta para petani dan semua pihak agar selalu peduli, mencuci tangan dengan sabun, melakukan pemeringkatan sosial dan mengikuti anjuran pemerintah. Semuanya harus tetap meningkatkan produksi guna memasok kebutuhan masyarakat," lanjutnya.

Selain produksi, Suwandi memutuskan Kementan bersama pihak Kepolisian dan pemerintah daerah menjamin harga pangan petani yang menguntungkan. Kementan mendorong tindakan tegas berwajib untuk memberi efek jera ke oknum yang sengaja meminta harga dan menimbun bahan pangan.

"Membutuhkan, harga beras di tengah pandemi korona ini tidak ada pihak yang mengambil untung dengan cara tidak masuk akal. Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, jika ada penimbunan, kami bergerak cepat bersinergi dengan pihak Kepolosian," ucapnya.

"Jangan biarkan publik jadi panik yang membeli panik. Kita butuh mulai dari produksi dalam negeri agar tetap berjalan," sambung Suwandi. (RO / OL-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya