Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH berencana merelaksasi ketentuan impor bawang putih.
Pasalnya, ketersediaan produk hortikultura itu di pasar semakin minim sehingga memicu lonjakan harga secara signifikan.
Upaya relaksasi dinilai bisa menjadi solusi dari persoalan itu. Diharapkan proses impor nantinya akan semakin mudah dan sederhana sehingga stok akan kembali besar dan mampu menekan harga.
"Akan ada kebijakan relaksasi impor untuk bawang putih apa bila sampai minggu ini harganya belum juga turun," ujar Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3).
Baca juga: Purwakarta Siapkan Operasi Pasar Bawang Putih
Kebijakan relaksasi, ucap dia, bisa berupa penghapusan pengaturan wajib tanam 5% yang selama ini diterapkan kepada para importir.
"Nanti kita akan bahas dulu dengan kementerian lain. Itu kan teknis jadi nanti kita bahas dengan Kementerian Pertanian. Intinya ini akan ada peyderhanaan agar proses impor lebih simpel," terang dia.
Terkait negara sumber impor, Agus mengatakan Tiongkok masih tetap menjadi pilihan utama.
Pasalnya, untuk kegiatan perdagangan lintas negara, baik otoritas setempat maupun pemerintah Indonesia tidak melakukan pembatasan atau penghentian.
"Halangan tidak ada. Hanya saja memang terjadi perlambatan distribusi karena serangan korona. Kegiatan masyarakat di sana kan menjadi dibatasi," tuturnya.
Agus juga juga membidik India sebagai negara asal impor kedua untuk mengantisipasi keterlambatan dari Tiongkok.
Sejauh ini, Agus mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat persetujuan impor untuk sekitar 60 ribu ton bawang putih.
"Izin impornya sudah dikeluarkan. Memang perlu waktu pelaksanannya. Kita lihat nanti kalau dalam beberapa hari ke depan harga masih tinggi, kita akan ambil kebijakan relaksasi impor ini," tandasnya. (OL-8)
Bawang putih memiliki umbi berwarna putih yang terdiri dari beberapa siung dan memiliki aroma serta rasa yang kuat. Selain digunakan sebagai penyedap masakan
PENELITI Center of Reform on Economics (CoRE), Eliza Mardian menyatakan bahwa niat pemerintah untuk menyetop impor bawang putih dalam 5 tahun mendatang kurang realistis.
Bawang putih merupakan salah satu bumbu dapur wajib yang hampir selalu digunakan dalam berbagai masakan Nusantara maupun internasional.
SEJUMLAH ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sharjah, Uni Emirat Arab, melaporkan bahwa ekstrak bawang putih berpotensi dimanfaatkan sebagai obat kumur cegah bau mulut.
Peneliti menemukan makanan seperti bawang putih, sayuran hijau, daging, hingga kebiasaan minum alkohol dapat mengubah aroma tubuh.
Bawang putih bukan sekadar bumbu dapur. Satu siung kecil ternyata menyimpan berbagai manfaat untuk kesehatan. Mengonsumsi bawang putih secara rutin bisa menjadi “obat alami”.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved