Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meminta masyarakat tidak khawatir dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang saat ini terjadi.
Pasalnya, kata Wimboh, selain sudah disiapkan antisipasinya, sudah ada protokol menghadapi bila tren negatif terus berlanjut, antara lain emiten bisa melakukan buyback.
"Tenang aja, kita sudah punya protokolnya. Kalau (penurunan) melebihi threshold (ambang batas) turunnya ada beberapa yang bisa kita lakukan. Kita membolehkan buyback korporat tanpa melalui RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)," kata Wimboh di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/2).
Baca juga: Dampak Korona, IHSG Tertekan dan Rupiah Anjlok
Wimboh menuturnya, ambang batas penurunan IHSG tersebut maksimal 8%. Jika penurunan melebihi ambang batas tersebut, emiten diperbolehkan membeli kembali saham perusahaannya yang dimiliki publik. Wimboh menilai kondisi penurunan IHSG saat ini belum separah kondisi pada 2008 ketika IHSG anjlok hingga 10%.
"Tidak sampai ke sana (kondisi 2008). Protokolnya sudah siap," ucapnya.
Seperti diberitakan, IHSG melanjutkan tren penurunan pada perdagangan hari ini, Jumat (28/2). Pada sesi I perdagangan harian, IHSG sempat terkoreksi 4% ke level 5.311. Pada penutupan perdagangan, IHSG turun 82,99 poin atau -1,5% ke posisi 5.452. (OL-8)
Penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi perhatian investor. Kondisi IHSG turun bahkan sempat memunculkan pertanyaan di pasar, kenapa IHSG turun hari ini?
DIREKTUR Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman buka suara terkait IHSG yang merosot hingga level terendah 8.187 pada perdagangan, Rabu (28/1), akibat pengumuman MSCI.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1) sore ditutup melemah yang diyakini memicu panic selling pelaku pasar setelah pembekuan oleh MSCI
PEMBEKUAN sementara proses rebalancing (atur ulang) indeks untuk saham-saham di pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International atau MSCI dinilai sebagai sinyal teknis
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan IHSG yang terjadi belakangan ini dipicu oleh sentimen jangka pendek akibat laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Sebelumnya MSCI menunjukkan kekhawatiran terhadap kualitas struktural pasar modal Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved