Rabu 12 Februari 2020, 07:35 WIB

PT PLN Manfaatkan Pelet Sampah untuk PLTU Jeranjang

Raja Suhud VHM | Ekonomi
PT PLN Manfaatkan Pelet Sampah untuk PLTU Jeranjang

DOK.PLN
Petugas memperlihatkan pelet yang menjadi campuran bahan bakar guna menghasilkan listrik di PLTU Jeranjang.

 

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus mendorong penggunaan olahan sampah menjadi pengganti bahan bakar pembangkit listrik. Setelah sukses di Bali, kini PLN bersama anak usahanya mengembangkan penggunaan pelet sampah untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang berkapasitas 3 x 25 Megawatt (MW) di Desa Taman Ayu, Lombok Barat.

PLH Manager PLTU Jeranjang, Nandang Safrudin, menjelaskan olahan sampah dalam bentuk pelet setara dengan batubara kalori rendah yang digunakan untuk bahan bakan pembangkit.

"Kami sudah lakukan riset dan ujicoba, khususnya untuk mengukur optimasi substitusi peletnya. Hasilnya antara 3 - 5, namun memang paling optimal ada di 3%," ucap Nandang melalui keterangan resmi, Rabu 12/2).

Jika menggunakan batubara secara penuh, dalam satu jam kondisi maksimal, PLTU Jeranjang membutuhkan 200 ton batubara sebagai bahan bakar. Dengan substitusi sebesar 3%, maka dibutuhkan 600 kilogram pelet setiap jam sebagai pengganti batubara.

Untuk mendorong ketersediaan pelet guna kebutuhan PLTU Jeranjang, PLN saat ini telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB melakukan pendampingan kepada pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok untuk mengubah sampah menjadi pelet.

"Tantangan kami memang menjaga ketersediaan pelet. Oleh karena itu kami bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk melakukan pendampingan. Karena pelet untuk PLTU ini punya spesifikasi khusus" imbuhnya.

Melalui JOSS, sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok dikumpulkan dalam bak, lalu dimasukkan cairan bio activator untuk dilakukan proses peuyeumisasi, kemudian sampah dijemur hingga kering.

Setelah itu, sampah dimasukkan ke mesin pencacah dan tahap akhir melalui proses peletisasi. Mesin-mesin yang digunakan merupakan bagian dari program CSR PLN.

Usai berbentuk pelet, kemudian dijemur hingga kering. Selanjutnya, pelet bisa digunakan untuk campuran bahan bakar pembangkit listrik.

Sasaran pemanfaatan olahan sampah ini tidak hanya bertujuan untuk menurunkan biaya produksi listrik, tetapi juga sebagai alternatif solusi penanganan sampah daerah dan upaya memberdayakan masyarakat.

"Dengan olahan ini sampah bisa bernilai. Masyarakat juga bisa punya penghasilan tambahan. Jadi ekonomi masyarakat sekitar juga meningkat," tambah Nandang.

Selain itu, pemanfaatan sampah menjadi energi ini juga menjadi alternatif solusi penanganan sampah di daerah.

Dody, pengelola TPA Kebon Kongok, menyampaikan bahwa kehadiran pengolahan sampah sementara membantu mengurangi permasalahan sampah yang ada di Lombok.

"Sampah ini masih jadi salah satu masalah untuk Lombok. Padahal tempat kami ini menjadi destinasi wisata. Dengan program dari PLN ini tentunya dapat menjadi solusi dan mewujudkan Program Zero Waste yang diusung pemerintah Provinsi NTB," pungkas Dody.  (E-3)

 

Baca Juga

Antara

Perekomian di Jawa Paling Terpukul Akibat Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:30 WIB
Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kota-kota besar Pulau Jawa memengaruhi minat investor menanamkan...
Antara

Sandiaga : Dana Wakaf Dapat Mempertahankan Lapangan Kerja

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:00 WIB
"Dana wakaf ini insyaallah akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kegiatan sosial yang lebih luas, apalagi di tengah pandemi...
Antara

Anggaran Kemenhub Dipangkas Rp12,4 T untuk Vaksinasi Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 20:49 WIB
Seperti diketahui, pemangkasan tersebut terjadi setelah ada instruksi dari Kementrian Keuangan melakukan refocusing anggaran 2021 soal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya