Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN membenarkan rencana penggantian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menjadi pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).
Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, menekankan upaya tersebut mengacu mandat pemerintah untuk meningkatkan porsi EBT hingga 23% pada 2025 mendatang.
"Itu sedang di-review. Terkait EBT kita memang mendapat mandat untuk menaikkan porsi EBT, dari 12% menjadi 23% pada 2025. Kami berkomitmen tentang itu. Jadi kami akan siapkan semua inisiatif, agar porsi EBT meningkat menjadi 23%," ujar Zulkifli di Kantor Pusat PLN, Jumat (31/1).
Baca juga: PLN Targetkan Penambahan Pembangkit EBT 1.492 MW pada 2020
Lebih lanjut, Zulkifli mencontohkan salah satu proyek yang telah disepakati, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Cirata, Jawa Barat. Pembangkit berkapasitas 145 megawatt (MW) akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
"EBT itu seperti tenaga surya, tenaga angin dan panas bumi. Kami beberapa waktu lalu tanda-tangan di Abu Dhabi. Salah satunya untuk pendirian PLTS terapung di Cirata. Itu (berkapasitas) 145 megawatt. Itu mudah-mudahan akan menjadi satu PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara," urainya.
Perusahaan telah menghitung investasi yang harus disiapkan untuk menjalankan tugas pemerintah. Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penugasan Pelaksanaan Penyediaan Pasokan dan Pembangunan Infrastruktur LNG serta Konversi Penggunaan BBM dengan LNG dalam Penyediaan Tenaga Listrik. Untuk mengonversi pembangkit listrik berbasis bahan bakar minyak (BBM) menjadi pembangkit gas, PLN akan menyiapkan dana sekitar Rp 22 triliun.
Direktur Pengadaan Strategis II PLN, Djoko R Abumanan, mengatakan nantinya PLN tidak sepenuhnya menyiapkan kebutuhan investasi tersebut. PLN berencana membentuk perusahaan Joint Venture (JV), dengan menggandeng PT Pertamina (Persero).(OL-11)
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalin kerja sama strategis dengan PT Borneo Indobara (BIB) melalui penandatanganan perjanjian jual beli REC.
Sepanjang tahun 2025, NBRI mencatat sejumlah capaian strategis, antara lain penguatan kapasitas SDM nasional melalui program pelatihan, Battery School, dan industrial training.
KOMISI XII DPR meminta pemerintah memastikan bahwa rencana pembangunan 50 pembangkit listrik berbasis sampah tidak berujung mangkrak karena persoalan biaya.
Rancangan pembangunan jaringan interkoneksi antarpulau telah ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.
Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan energi nasional dengan mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved