Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma'ruf Amin mengungkapkan kontribusi Indonesia di pasar halal dunia masih sangat kecil. Pasalnya, sebagai negara dengan umat muslim terbesar, Indonesia hanya menyumbangkan 3,8% dari total US$2,1 triliun pasar halal dunia untuk 2017.
"Laporan Global Islamic Economic Report 2019, Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan Brasil yang merupakan eksportir produk halal nomor 1 di dunia dengan nilai US$5,5 miliar yang disusul Australia dengan nilai US$2,4 miliar," kata dia dalam sambutan acara pelantikan pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Jakarta (13/12).
Wapres menjelaskan bahwa pada 2018, Indonesia telah membelanjakan US$214 miliar untuk produk halal atau mencapai 10% dari pangsa produk halal dunia.
Dengan angka tersebut, lanjutnya, Indonesia menjadi negara yang paling besar dalam hal belanja produk-produk halal dibandingkan dengan negara-negara mayoritas muslim lainnya.
Baca juga: Produk Asing Banjiri E-Commerce Indonesia Hingga 90 Persen
"Sayangnya, Indonesia hanya menjadi konsumen dan 'tukang stempel' untuk produk halal yang diimpor. Padahal sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia seharusnya dapat menjadi produsen produk halal untuk kebutuhan pasar domestik dan bahkan dapat menjadi eksportir produk-produk halal untuk pasar halal dunia," imbuhnya.
Di sektor ekonomi dan keuangan Syariah, Ma'aruf mengatakan pengembangan masih jauh dibandingkan dengan potensinya.
Sampai Januari 2019, market share keuangan syariah di Indonesia, termasuk perbankan dan asuransi, baru mencapai 8,6%. Sedangkan khusus untuk perbankan Syariah bahkan baru mencapai 5,6%.
"Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan komitmen yang sungguh-sungguh, termasuk dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam agar perkembangan ekonomi dan keuangan Syariah dapat semakin cepat dalam mendukung perekonomian nasional untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata dia.(OL-2)
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempertegas komitmennya dalam mendukung daya saing pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) sektor perikanan melalui penguatan ekosistem halal.
Tujuan utama dari kesepakatan ini adalah membangun sinergi yang kuat, harmonisasi program, dan kolaborasi yang efektif dalam melaksanakan sosialisasi, edukasi, dan promosi bidang JPH.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal, kehalalan kini tak lagi sekadar syarat, melainkan menjadi simbol kualitas, keamanan, dan tanggung jawab moral.
produk-produk halal memiliki potensi besar untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah global.
Ia menjelaskan, secara global, halal sudah menarik bukan di negara muslim saja, tapi sudah menyasar ke negara non muslim seperti Tiongkok, Jepang, Rusia bahkan negara-negara Eropa
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved