Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Dunia memprediksi angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hanya akan mencapai 5,0% atau turun 0,1% dari prediksi awal.
Indonesia memperoleh pembalikan angka pertumbuhan tahun depan yakni 5,1% didukung penurunan tensi perang dagang.
Dalam laporannya, Bank Dunia mencatat pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh melambat seiring dengan lemahnya hagar komoditas dan kepastian politik. Hal ini terlihat dari melemahnya pertumbuhan investasi di 2019 yang berbeda dengan tiga tahun sebelumnya.
Bank Dunia juga menyebutkan melemahnya permintaan domestik menjadi sebab turunnya impor dalam jumlah besar dan memengaruhi pertumbuhan pada kuartal III.
Meski begitu, fondasi makro ekonomi Indonesia dianggap masih kuat. Hal itu pula yang mendukung pertumbuhan ekonomi dalam negeri tetap terjaga.
"Dengan adanya penciptaan lapang-an kerja yang kuat, inflasi yang rendah, serta perluasan program bantuan sosial, itu semua berkontribusi pada turunnya tingkat kemiskinan hingga 9,4%, yang merupakan rekor terendah, pada bulan maret tahun ini," kata Pejabat Direktur Negara Bank Dunia, Rolande Pryce.
Dalam laporan yang sama, Bank Dunia juga membahas soal perlindungan sosial yang dapat dijadikan faktor pendukung Indonesia untuk mencapai visinya sebagai negara berpenghasilan tinggi di 2045.
Untuk mencapai hal itu, Indonesia memerlukan sistem perlindungan sosial yang inklusif dan efisien.
Ekonom utama Bank Dunia, Frederico Gil Sander menyebutkan, perlindungan sosial menjadi hal penting untuk menciptakan angkatan kerja yang bermutu. "Untuk mencapai sasaran tersebut, program perlindungan sosial yang ada saat ini perlu berkembang dan beradaptasi dengan tren demografi, teknologi, dan lingkungan," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, berbagai program perlin-dungan sosial akan digencarkan Presiden Joko Widodo.
"Ini erat kaitannya dengan salah satu program prioritas yang diusung Presiden. Perlindungan sosial masuk kategori peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi fokus utama pemerintah saat ini," tutur Sri Mulyani. (Mir/E-1)
BI memutuskan menahan BI Rate di level 4,75% dalam RDG Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Pemerintah dan pelaku usaha mendorong pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri untuk merealisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa tekanan terhadap kelompok kelas menengah bawah menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar khususnya bagi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved