Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mencatatkan obligasi perdana sebesar Rp1 triliun yang merupakan Penerbitan Umum Berkelanjutan (PUB) Tahap 1 tahun 2019.
Dalam penerbitan Obligasi tahap 1 ini, Bank Mantap mencatatkan permintaan sebesar Rp2,8 triliun atau 2,8 kali melebihi target yang diharapkan dari para investor.
"Banyaknya permintaan tersebut mengindikasikan tingginya tingkat kepercayaan para investor kepada Bank Mantap dalam mengelola Dana Pihak Ketiga," ujar Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi saat konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/11).
Adapun empat perusahaan penjamin emisi antara lain Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, BCA Sekuritas, dan Danareksa Sekuritas.
Ada dua seri obligasi PUB Tahap 1 yang ditawarkan Bank Mantap. Pertama adalah Seri A dengan kupon 7,90% bertenor 3 tahun dan memiliki nilai emisi Rp700 miliar. Kedua adalah Seri B dengan kupon 8,20% bertenor 5 tahun dan memiliki nilai emisi Rp300 miliar.
Menurut Nurkholis, para investor pemegang obligasi ini akan mendapatkan pembayaran kupon pertamanya pada 20 Februari 2020 untuk Seri A dan 26 Februari 2020 untuk Seri B. Selanjutnya, Bank Mantap secara rutin akan membayar kupon setiap triwulan sekali.
"Pada PUB tahap I ini komposisi emisi yang dimiliki oleh investor institusi sebesar 99% dan investor ritel sebesar 1%,” imbuhnya.
Baca juga: Bank Mantap Ditunjuk Jadi Bank Persepsi
Obligasi ini, kata Nurkholis, digunakan dalam rangka mendukung ekspansi bisnis perseroan.
"Khususnya untuk penyaluran kredit dengan target indikatif akhir tahun 2019 sebesar Rp20,46 triliun atau tumbuh 31,9% secara year on year (yoy), di mana pada posisi akhir Oktober 2019 baki debet kredit sudah mencapai Rp19,47 triliun," jelasnya.
Tahun depan, Bank Mantap menargetkan penyaluran Obligasi maksimal Rp3 triliun.
"Dibagi di dua semester. Bisa satu setengah-satu setengah, bisa satu atau dua, tergantung situasi bisnisnya seperti apa," pungkasnya.
Sebagai informasi, Bank Mantap merupakan sinergi dari 2 BUMN, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali. Secara resmi, namanya berganti menjadi Bank Mandiri Taspen per 23 Desember 2017.
Sampai dengan akhir Oktober 2019, total aset yang dimiliki Bank Mantap sebesar Rp25,08 triliun atau tumbuh sekitar 35,2%. Sementara posisi dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp19,16 triliun atau tumbuh sampai dengan 36,6%. (A-4)
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved