Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Diharapkan terdapat dukungan pendanaan dari Kementerian Keuangan agar program tersebut tidak tersendat di tengah jalan.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) merilis relaksasi terkait dengan program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).
Dalam kebijakan relaksasi tersebut di antaranya menyangkut pelonggaran persyaratan uang muka atau downpayment (DP) dari 5% menjadi 1%.
Asosiasi Pengembang Perumahan Realestat Indonesia (REI) menyambut positif relaksasi itu. Wakil Sekretaris Jenderal DPP REI Bambang Eka Jaya menuturkan kebijakan tersebut dapat mendukung sektor properti, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"DP 1% itu pernah dibicarakan dengan Pak Menteri Basuki sekitar dua bulan yang lalu. Kebijakan Kementerian PU-Pera selama ini selalu kondusif dan mendukung, khususnya kepada sektor MBR, bahkan kebijakan hunian berimbang 1:2:3 juga sudah dipermudah," tutur Bambang kepada Media Indonesia, kemarin.
Meski begitu, dirinya mengingatkan kepada pemerintah bahwa kebijakan positif itu harus dapat dilaksanakan dengan baik. Soalnya, persoalan selama ini berada pada implementasi di lapangan.
Bambang mengharapkan pemerintah dapat melakukan sosialisasi secara langsung tentang kebijakan relaksasi itu kepada pihak terkait, khususnya di daerah. Selain itu, terdapat dukungan pendanaan dari Kementerian Keuangan agar program tersebut tidak tersendat di tengah jalan.
Kebijakan relaksasi lain pada BP2BT, yaitu pengurangan masa menabung dari enam bulan menjadi tiga bulan, perpanjangan masa berlaku surat keputusan penerima manfaat BP2BT dari 20 hari menjadi 30 hari, dan kemudahan persyaratan sertifikat laik fungsi (SLF) sebelum akad kredit menjadi surat pernyataan kelaikan fungsi bangunan rumah dari pengkaji teknis, pengawas konstruksi, atau manajemen konstruksi.
Diperlukan
Relaksasi sejumlah kebijakan di bidang properti mutlak diperlukan. Ini berdasarkan Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia yang mengindikasikan pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan III 2019 masih terbatas.
Hal ini tecermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan III 2019 yang masih tumbuh terbatas sebesar 0,50% (qtq) jika dibandingkan dengan 0,41% (qtq) pada triwulan sebelumnya. Pada triwulan IV 2019, pertumbuhan IHPR diprakirakan sedikit melambat menjadi 0,45% (qtq).
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Daniel Djumali menilai survei itu memang menggambarkan pasar properti yang masih mengandalkan segmen MBR. "Pasar atas dan apartemen masih belum tumbuh signifikan. Untuk rumah landed bagi MBR masih bergairah, tapi terkendala kelangkaan kuota rumah susidi bagi MBR," ujarnya.
Di sisi lain, pasar properti pada tahun depan diproyeksi menggeliat ditandai dengan harga properti yang mengalami kenaikan. Namun, optimisme investor diyakini tidak sebesar tahun lalu bila melihat suplai.
"Untuk permintaan pasar masih didominasi kalangan menengah dan bawah. Kenaikan upah minimum provinsi (UMP) pada tahun depan juga dapat meningkatkan daya beli konsumen," ujar Country Manager Rumah.com, Marine Novita, dalam pemaparan Property Market Outlook 2020, Selasa (12/11).
Kendati begitu, sebagian konsumen kelas menengah bawah berpendapat harga properti relatif mahal dan tingginya DP. Meningkatnya permintaan properti kelas menengah atau di bawah Rp500 juta menjadi peluang besar bagi pengembang.
Menurutnya, permintaan kelas menengah cukup besar. Seharusnya ini menjadi peluang bagi pengembang untuk mengembangkan hunian itu. (Tes/S-3))
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyatakan kesiapan mendukung program 3 juta rumah Prabowo-Gibran dengan teknologi precast yang efisien dan tahan gempa.
BP Tapera mencatat penyaluran FLPP rumah subsidi pada 2025 mencapai 278.868 unit senilai Rp34,64 triliun melalui 40 bank di 33 provinsi.
Mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah, ratusan calon pengembang baru dilatih intensif oleh praktisi dan pemerintah di Cileungsi, Bogor.
Menurutnya, akad massal ini menjadi salah satu tonggak penting percepatan program perumahan nasional.
Rumah tipe 36 yang ditempatinya memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang tengah untuk ruang keluarga.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyatakan mutu rumah subsidi yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menunjukkan tren perbaikan
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved