Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
LABUAN Bajo sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas terus berbenah untuk meningkatkan kelasnya dan menarik minat wisatawan mancanegara maupun domestik.
Sebagai pintu masuk untuk menjangkau berbagai destinasi di wilayah Nusa Tenggara Timur, perbaikan infrastruktur serta penunjang terus dilakukan demi terciptanya kenyamanan bagi para pendatang ke Labuan Bajo.
Peningkatan jumlah wisatawan memang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hingga akhir 2018 misalnya, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 163.054 orang dengan komposisi 71.184 wisnus dan 91.870 wisman.
Di 2019 ini, ditargetkan jumlah pengunjung mencapai 1,5 juta wisatawan. Sayangnya, target tersebut tampak sulit tercapai lantaran infrastruktur dan berbagai penunjang berwisata belum sepenuhnya terbangun.
Salah satunya yakni bandara yang ada di wilayah NTT belum berstandar internasional. Hal itu menyebabkan biaya perjalanan yang harus dikeluarkan menjadi besar.
"Target pariwisata Labuan Bajo 2019 memang tidak tercapai karena bandara belum bertaraf internasional," tutur Kepala Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores, Shana Fatina Sukarsono, Labuan Bajo, Jumat (15/11).
Shana menambahkan, salah satu upaya yang akan dilakukan untuk menjadikan Bandara Komodo berstandar internasional ialah dengan memperpanjang landasan pacu dan memperbaiki alat navigasi sesuai dengan kebutuhan rute internasional.
Tahun ini, pemerintah tengah melakukan penunjukkan siapa pihak yang akan mengelola Bandara Komodo ke depannya.
"Kalau yang terakhir diumumin pak menteri adalah dari Changi dan Cardic, yang sudah lolos seleksi pertama. Semuanya itu selalu konsorsium asing dan Indonesia," terang Shana.
Senada, Kepala Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan NTT, Lydia Kurniawati Chrisyanti mengatakan, pemerintah baik pusat maupun daerah tengah mengupayakan untuk menekan biaya wisatawan untuk berkunjung ke Labuan Bajo.
"Pemerintah sangat memikirkan bagaimana sarana dan prasarana untuk menuju proyek prioritas, dengan begitu kemungkinan biaya akan jauh lebih rendah," jelas Lydia.
Ia menambahkan, biaya yang dikucurkan untuk peluasan Bandara Komodo mencapai Rp27,9 miliar dan terus berlanjut. Dana itu berasal dari APBN 2019 yang dialokasikan ke NTT sebesar Rp35,08 triliun.
Selain memperluas Bandara Komodo, di 2019 ini pemerintah juga memiliki fokus untuk membangun infrastruktur jalan seperti Labuan Bajo - Malwatar sebesar Rp13,4 miliar; Labuan Bajo - Terang - Pelabuhan Bari I sebesar Rp19,5 miliar dan Labuan Bajo - Terang - Pelabuhan Bari II sebesar Rp23,9 miliar. (OL-8)
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
Pelni Hadir pada Pameran Pariwisata Bangga Berwisata di Indonesia
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved