Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebut faktor supply and demand tidak lagi memengaruhi pergerakan harga pada komoditas karet alam.
Terbukti, saat ini, ketika produksi menurun, harga karet alam tidak kunjung melambung. Padahal, kebutuhan dunia akan bahan baku utama ban itu masih tetap tinggi.
Berdasarkan data ANRPC, produksi karet alam dunia berkurang 6,5% menjadi 4,39 juta ton selama lima bulan pertama 2019. Di sisi lain, konsumsi tercatat naik 0,9% menjadi 5,78 juta ton.
Dari segi harga, hingga saat ini masih tidak banyak bergerak di kisaran US$1,3 per kilogram. Padahal, delapan tahun lalu, harga karet alam menyentuh US$5 per kilogram.
"Dari aspek ekonomi, pergerakan harga karet tidak lagi banyak dipengaruhi faktor fundamental yang meliputi permintaan dan penawaran. Terbukti saat ini ketika pasokan karet menurun dan permintaan tinggi, harga masih tetap rendah," ujar Enggartiasto melalui keterangan resmi, Selasa (8/10).
Kondisi perekonomian di Tiongkok kini bisa dianggap sebagai salah satu faktor pembentuk harga. Pasalnya, Negeri Tirai Bambu merupakan net importir karet terbesar dunia dengan pangsa pasar lebih dari 40%.
Ketika ekonomi di Tiongkok melambat, mereka akan berupaya membeli dengan harga yang rendah dan itu menjadi patokan bagi negara-negara pengimpor lain.
Maka dari itu, Enggartiasto meminta seluruh pihak terkait dapat menentukan langkah adaptif dan inklusif agar industri karet alam dapat berkembang baik ke depannya.
“Penyerapan karet alam hendaknya tidak hanya melibatkan industri besar, tetapi juga para pemangku kepentingan dari berbagai level, termasuk industri kecil penopang," ucap pria yang akrab disapa Enggar itu.
Baca juga: Terkena Penyakit Jamur, Produksi Karet Berpotensi Turun 15%
Pemerintah pun telah melakukan berbagai upaya seperti membentuk Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olahan Karet (UPPB) untuk membantu petani menghasilkan karet alam berkualitas lebih baik, sehingga mendorong terciptanya harga yang lebih baik. Hingga 2018, sebanyak 323 UPPB Karet telah didirikan di beberapa daerah.
Karet alam merupakan komoditas ekspor nonmigas kedua terbesar Indonesia. Pada 2018, total ekspor karet alam tercatat sebanyak 2,95 juta ton atau 80% dari total produksi di Indonesia dengan nilai US$4,16 miliar.
Sebagai penghasil kedua terbesar karet alam di dunia, pada 2018, Indonesia menghasilkan 3,63 juta ton dari lahan perkebunan karet seluas 3,67 juta hektare. Sebanyak 85% lahan perkebunan tersebut dimiliki oleh 2,5 juta petani karet.(OL-5)
Jadi sumbangannya dalam bentuk makanan instan, kemudian pakaian, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya yang sudah kami identifikasi yang dibutuhkan oleh saudara-saudara kita.
Impor pakaian bekas ini selalu terjadi di mana pun. Pelaku juga sudah punya jaringan dan bekerja secara profesional.
KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) memusnahkan sebanyak 16.591 balpres pakaian bekas impor ilegal dari 19.931 temuan balpres pakaian bekas impor ilegal.
Pemerintah secara serius menargetkan penurunan signifikan pada biaya logistik nasional dalam rangka meningkatkan daya saing industri dan nilai tambah perekonomian.
TEMUAN pestisida etilen oksida pada produk mi instan merek Indomie Rasa Soto Banjar Limau Kulit yang beredar di Taiwan tengah ramai. Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka suara
Langkah ini diambil untuk menanggapi temuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat.
Pameran internasional terbesar untuk sektor mesin, material, dan teknologi pengolahan plastik serta karet, Plastics & Rubber Indonesia, akan kembali hadir pada 19–22 November 2025.
SUB Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV menyebut capaian komoditas non core (bukan inti) teh dan karet meraih laba positif untuk pertama kali sejak 1996.
Plastic & Rubber Indonesia menjadi wujud komitmen Pamerindo dalam mendukung petumbuhan dan penguatan industri nasional.
Pemerintah bakal memperluas peran BPDPKS. Ke depan, lembaga itu tidak hanya mengurusi dana sawit saja, tetapi juga produk perkebunan lain seperti kelapa, kakao, dan karet.
PTPN melakukan pengiriman perdana karet alam berkelanjutan yang telah melalui proses due diligence sesuai aturan bebas deforestasi Uni Eropa.
Materi mengenai contoh benda elastis ini biasanya akan muncul pada tingkat Sekolah Dasar (SD).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved