Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENAMBAHAN kuota fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk pembiayaan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dipandang akan berdampak positif terhadap pengembangan perumahan subsidi.
“Kalau tidak ada penambahan, akan banyak rumah subsidi yang tidak bisa akad pada tahun ini sehingga harus menunggu tahun depan. Dengan begitu, cashflow pengembang pasti sangat terganggu,” kata pengamat properti yang juga CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.
Beberapa waktu lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono memastikan penambahan kuota FLPP sudah direstui Presiden Joko Widodo.
“(Ditetapkan melalui) PMK (Peraturan Menteri Keuangan) itu. Menteri Keuangan sudah kirim ke Presiden, sudah ke Setneg, mudah-mudahan sudah turun. Harusnya sudah,” tutur Basuki.
Tambahan anggaran itu berasal dari dana talangan yang mencapai Rp2 triliun serta dapat dimanfaatkan hingga akhir 2019 untuk 20.000 unit rumah. Dengan skema dana talangan pemerintah, tidak perlu mengajukan perubahan anggaran ke DPR RI melalui APBN-P 2019.
“Kami sudah kumpulkan REI, Apersi, dan Himperra sepakat kemudian ketemu Menteri Keuangan. Supaya lebih cepat karena waktu itu ada BTN. Sama BTN bisa ditalangi, ditalangi dulu, nanti akan dibayar pada 2020,” jelas Basuki.
Saat itu BTN menyanggupi talangan tersebut. Nantinya, bank lain yang juga bertindak sebagai pelaksana FLPP akan dikoordinasikan untuk mendapatkan dana talangan tersebut.
Responsif
KPR FLPP merupakan dukungan fasilitas bantuan pembiayaan perumahan kepada MBR yang pengelolaannya dilaksanakan Kementerian PU-Pera.
Dengan fasilitas tersebut, MBR bisa membeli rumah dengan uang muka terjangkau, bunga tetap 5% selama masa kredit maksimal 20 tahun. Selain itu, mereka juga terbebas dari PPN dan premi asuransi.
Untuk bisa mendapatkan rumah dengan fasilitas tersebut, MBR harus memenuhi beberapa syarat. Pertama, besar penghasilan maksimal Rp4 juta untuk rumah tapak dan Rp7 juta untuk rumah susun. Kedua, MBR belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi KPR FLPP.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP REI Bambang Eka Jaya menyatakan apa yang dilakukan oleh pemerintah sebagai mitra saat ini sebagai bentuk kerja sama yang bagus lantaran responsif terhadap situasi kritis.
Ia menilai pencairan sudah mulai berproses. Saat ini proses pencairan di REI sudah mencapai 170 ribu-180 ribu unit, meski tetap berharap akan dapat mencapai 200 ribu unit pada tahun ini.
“Kita lihat dengan tambahan ini apakah bisa mencapai atau tidak karena tambahan tersebut bukan hanya untuk REI, melainkan juga untuk asosiasi pengembang lainnya,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Media Indonesia, REI telah membangun rumah subsidi sebanyak 400 ribu unit, Himperra 60 ribu, dan Apersi 150 ribu. Dengan begitu, kontribusi ketiga asosiasi itu secara keseluruhan sudah hampir 65% dari program sejuta rumah.
Bambang menerangkan nantinya tambahan dana akan digunakan bagi konsumen yang belum akad kredit karena tersendat FLPP sebelumnya.
“Misalnya, ada developer telah menjual 100 unit, tetapi akad kreditnya baru sekitar 30-40 unit yang kemudian menjadi backlog. Diharapkan dengan tambahan ini dapat mempercepat prosesnya sehingga suplai unit yang ada dapat terserap oleh pasar,” tutur dia. (S-5)
Lamudi resmi meluncurkan Indonesia Real Estate Awards 2026 sebagai ajang penghargaan properti nasional yang terintegrasi dengan Southeast Asia Real Estate Awards.
The Ascott Limited luncurkan Harris Hotel & Convention Serpong! Hadirkan konsep generasi baru, akses langsung ke SMS Mall, dan ballroom kapasitas 1.500 orang
Perubahan ekspektasi tenaga kerja telah mengubah cara perusahaan memandang kantor secara fundamental.
DITUNJUKNYA Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menarik perhatian global tidak hanya karena implikasi geopolitiknya, tetapi terungkapnya jaringan kerajaan properti global
Ketiga tim manajemen tersebut memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di industri properti dan telah terlibat dalam pengembangan berbagai proyek properti ikonik di Indonesia.
Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) DKI Jakarta mendorong pengembang properti memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan jangka panjang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved