Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia melonggarkan ketentuan kredit properti sebesar 5% melalui relaksasi ketentuan rasio Loan to Value (nilai pinjaman/LTV) dan berlaku pada 2 Desember mendatang.
Hal itu disampaikan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers di gedung BI, Jakarta, Kamis (19/9). "Ketentuan tersebut berlaku efektif sejak 2 Desember 2019," ujar Perry.
Relaksasi tersebut merupakan upaya BI untuk menggenjot daya konsumsi masyarakat di sektor properti. Harapannya, yakni dapat memerbaiki dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dari pelonggaran tersebut, secara otomatis uang muka untuk properti juga akan mengekor turun harganya.
"Ini akan mendorong kredit, baik melalui suplai atau permintaan. Karena kalau LTV turun, maka uang muka akan ikut turun," jelas Perry.
Baca juga : Keputusan BI Turunkan Suku Bunga Dinilai Strategis
Besaran pelonggaran LTV itu juga berbeda, BI memberikan pelonggaran sebesar 5% untuk properti umum. Sedangkan properti yang memenuhi kriteria berwawasan lingkungan pelonggarannya bisa mencapai 10%.
"Kriteria berwawasan lingkungan itu merujuk pada standar atau sertifikasi yang diakui secara nasional atau internasional di bidang lingkungan," terang Perry.
Selain itu, BI, lanjut Perry, juga melakukan pelonggaran terkait uang muka untuk kendaraan bermotor di kisaran 5-10%.
Ketentuan uang muka kredit kendaraan bermotor itu berdasarkan pertimbangan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) total secara gross dan rasio NPL kredit kendaraan bermotor secara nett.
Pelonggaran lebih besar juga diberikan BI kepada kendaraan bermotor yang mengedepankan aspek lingkungan. Dari jenis kendaraan bermotor ini, BI memberikan pelonggaran 10-15% dari harganya.
Namun Perry menegaskan, semua itu bisa diberlakukan dengan mengutamakan asas kehati-hatian.
"Ini semua bisa diberlakukan kalau rasio kredit bermasalah perbankan di bawah 5%. Kami tetap mengedepankan asas prudential," tandasnya. (OL-7)
Peluncuran rumah contoh menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung wujud hunian yang ditawarkan.
Cushman & Wakefield memprediksi bahwa sektor properti akan mengalami penguatan yang berkelanjutan pada 2026. Sinar Mas Land menghadirkan program National Sales bertajuk Royal Key.
Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menyebutkan akses terhadap infrastruktur transportasi massal menjadi pendorong kenaikan harga dan minat beli properti residensial.
Kemenangan CitraLand City CPI di level Asia Pacific Region menempatkan proyek ini sejajar dengan pengembangan properti kelas dunia dari negara-negara maju.
DAMARA Estate Jimbaran Hijau, pengembangan hunian premium oleh Greenwoods Group bekerja sama dengan Jimbaran Hijau, secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Banyan Group.
Pertama kalinya sejak 1978, rumah legendaris keluarga Banks dari serial 'The Fresh Prince of Bel-Air' resmi masuk bursa properti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved