Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK menghemat biaya operasional dan meningkatkan pendapatan, Bank Mandiri akan mengupayakan para agennya memasarkan berbagai produk. Agen-agen tersebut juga direncanakan menggantikan peran Anjungan Tunai Mandiri (Auto Teller Machine/ATM).
Hal itu terlontar dari Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang kepada awak media di Desa Kutuh, Bali. Fasilitas dan kemudahan yang ada di ATM, kata dia, akan ditransformasikan kepada agen.
Pemanfaatan agen itu tidak lain lantaran Bank Mandiri menginginkan biaya operasional yang jauh lebih efisien. Donsuwan juga memastikan nantinya para agen tidak dikenai biaya untuk menjadi agen di daerah.
"Si agen tidak perlu investasi, kita siapkan semua. Tidak terlalu mahak kok investasinya. Seperti harga HP medium lah. Kita berharap agen akan menggantikan peran ATM. Karena investasi ATM kan lebih mahal dari agen bank. Gawai itu paling sekitar Rp3 juta, sementara ATM itu harus ada AC, tempat, ini kan kita jadi tidak menyiapkan," terang Donsuwan.
Baca juga: Bank Mandiri Pacu Pemerataan Ekonomi
Saat ini, lanjutnya, Bank Mandiri telah memiliki 14 ribu agen yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Angka itu belum mencapai target sebanyak 25 ribu agen. Adapun keunggulan agen bank itu yakni memiliki fitur bill payment yang belum ada di ATM.
"Sebenarnya tidak ada kesulitan. Kita lebih memilih existing customer kita. Kalo di UMKM itu kan sudah ada 1 juta, jadi 25 ribu kecil sekali. Jadi tinggal kita pilih mana yg profilnya cocok," jelas Donsuwan.
Ia mengatakan, transformasi agen sebagai pengganti ATM tidak akan memiliki kendala berarti. Sebab, pihaknya telah memiliki sistem yang baik untuk menarik data dari tiap transaksi yang dilakukan oleh agen.
"Dia (agen) bisa menjadi referal. Misalnya di satu desa ada agen bank, kemudian ada tetangga desanya yang punya usaha dan butuh dana kredit usaha rakyat (KUR). Nah agen bank ini bisa me-referal-kan," tukas Donsuwan.
Pihaknya tidak akan tebang pilih dalam menentukan agen Bank Mandiri. Mereka yang memiliki potensi maka akan didukung oleh Bank Mandiri.
"Karena value kita kan bersama membangun negeri. Kalo masih NKRI kita support," jelasnya.(OL-5)
Bank Mandiri Jawa Barat menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,58 triliun untuk pengisian ATM/CRM pada periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026.
Bank Mandiri kembali mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan
Dalam ajang ini, Bank Mandiri memberi dukungan sebagai official bank partner.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Bank Mandiri 12.900 unit ATM/CRM serta 322.000 mesin EDC yang tersebar di seluruh Indonesia guna mendukung kelancaran transaksi nasabah.
Laporan keuangan bulanan (bank only) dari Bank Mandiri Januari 2026 mencatat realisasi kredit perseroan tumbuh 15,62% secara tahunan (year on year) menjadi Rp1.511,4 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved