Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera menerima aset rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Montong Are dan Mandalika. Penyerahan aset itu datang dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera).
"Insya Allah besok pagi (hari ini) kami akan menerima penyerahan aset rusunawa dari Kementerian PU-Pera di Jakarta," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura, di Mataram, kemarin. Menurutnya, bersama rusunawa tersebut akan diserahkan juga beberapa aset yang telah dikerjakan Satker Balai Prasarana dan Permukiman NTB.
Aset yang anggarannya bersumber dari pemerintah pusat itu, antara lain pembangunan drainase di kawasan Cakranegara dekat pasar modern MGM dan penataan kawasan bisnis Cakranegara tahap pertama. "Mungkin ada beberapa aset lagi, tapi kami belum terima rinciannya," kata Mahmuddin yang akan bertolak ke Jakarta.
Total anggaran fisik yang akan diserahkan pemerintah pusat ke Pemerintah Kota Mataram mencapai puluhan miliar rupiah. Sekadar informasi, anggaran untuk satu rusunawa saja mencapai sekitar Rp22 miliar lebih.
Belum lagi untuk drainase dan aset lain. "Setelah diserahterimakan dari pemerintah kota, aset tersebut sepenuhnya menjadi milik Pemerintah Kota Mataram, termasuk untuk pemeliharaan dan tanggung jawab lain," katanya.
Untuk rusunawa, kata Mahmuddin, setelah aset menjadi milik pemerintah kota, perlu dilakukan kajian untuk pembuatan payung hukum berupa peraturan daerah (perda) terkait dengan biaya sewa. Soalnya, selama ini biaya sewa rusunawa belum menjadi retribusi pemerintah daerah.
Itu karena semua pengelolaan rusunawa, baik di Selagalas, Montong Are, maupun Mandalika masih dilakukan paguyuban yang dibentuk dan beranggotakan penghuni rusunawa. Besaran sewa yang berlaku sekitar Rp100 ribu sampai Rp200 ribu per bulan.
Dulu sejatinya pernah ada wacana pembuatan perda guna menetapkan biaya sewa dan menjadi retribusi daerah. "Tetapi hal itu tertunda karena belum ada penyerahan aset oleh pemerintah pusat. Jadi, sekarang saatnya kami mulai kaji lagi untuk perda," katanya. (Ant/S-3)
“Kalau terlalu lama di lokasi pengungsian, mereka bisa merasa terasing. Karena itu, saat sudah punya tempat, mereka bisa beradaptasi kembali dengan lingkungan dan masyarakat sekitar."
Sekitar 60-70% pekerjaan pembongkaran telah rampung hingga Oktober 2025, meliputi pembersihan puing dan survei struktur.
Kegiatan ini menggunakan pendekatan interdisipliner untuk mendorong tumbuhnya keterampilan ekspresif, empati, serta daya cipta anak-anak melalui media sastra, musik, dan konseling.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengevaluasi kebijakan sewa murah rumah susun sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan hunian layak dan upaya mendorong kemandirian w
Sekretaris DPRKP DKI Meli Budiastuti mengatakan penghuni yang seperti itu tidak akan diperpanjang masa tinggalnya di rusunawa.
Penerapan kebijakan durasi sewa Rusun maksimal enam tahun bagi masyarakat umum dan 10 tahun bagi yang terprogram memicu keresahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved