Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan pemerintah harus mendengarkan aspirasi masyarakat perihal kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Ditemui seusai Sidang Paripurna DPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Selasa (3/9), Fadli menyebut pelayanan kesehatan harus memudahkan masyarakat.
“Saya pikir kita harus mendengar aspirasi masyarakat dan keluhan di masyarakat tentang pelayanan BPJS. Di saat pelayanan ditingkatkan tapi ada keinginan untuk menaikkan biaya, iuran dan sebagainya. Tentu saya kira ini akan ada penolakan juga dari masyarakat," kata Fadli.
Menurutnya, rencana kenaikan tersebut menunjukkan skema BPJS tidak dipertimbangkan dengan matang.
“Itu membuat masyarakat bukan mendapatkan kemudahan tapi malah menambah kesulitan. Kan seharusnya skema BPJS ini memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dengan harga yang terjangkau. Jadi orientasinya bukan bisnis,” tuturnya.
Baca juga: DPR Tolak Rencana Penaikan Iuran BPJS
Sebelumnya, DPR menolak rencana penaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan mendesak pemerintah mencari cara lain dalam menanggulangi defisit Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan Tahun 2019 yang diproyeksikan mencapai Rp32,84 triliun.
Hal itu terungkap dalam kesimpulan Rapat Kerja Gabungan Komisi IX dan Komisi XI DPR bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan pihak terkait lainnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/9) kemarin.(OL-5)
KETUA DPR RI, Puan Maharani akan bertanggung jawab dan mendorong kepolisian untuk mengusut tuntas insiden meninggalnya driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan
Personel polisi menghalau pengunjuk rasa yang menggelar aksi menolak tunjangan anggota DPR yang dinilai berlebihan di depan Gedung DPR.
DIREKTORAT Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas pada sejumlah titik imbas aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).
Personel gabungan TNI/Polri menjaga ketat pintu belakang gedung DPR, Jakarta Pusat, untuk mengantisipasi potensi kericuhan dalam aksi demo buruh pada hari ini, Kamis 28 Agustus 2025.
Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh (KSP-PB) bakal menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada Kamis (28/8).
Pertanyaan yang menyentak bukanlah apakah mungkin membubarkan lembaga DPR di alam demokrasi, melainkan mengapa anggota DPR minta tunjangan rumah Rp50 juta per bulan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved