Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) tengah menggelar rapat dewan gubernur (RDG) dalam dua hari ini. Salah satu putusan yang banyak dinantikan pasar dari RDG BI itu ialah keputusan BI untuk melanjutkan penurunan suku bunga.
Otoritas moneter tersebut pada Juli 2019 memangkas suku bunga acuan setelah delapan bulan berturut-turut mempertahankan kebijakan netral dengan suku bunga acuan 6%.
Berdasarkan hasil RDG BI pada Juli lalu, BI memutuskan untuk menurunkan BI 7-day reverse repo rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi sebesar 5,00%, dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%.
Ekonom dari Indef, Bhima Yudhistira, menilai BI masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps ke level 5,5%
Penurunan tingkat suku bunga acuan, kata Bhima, diharapkan menjadi stumulus bagi perekonomian Indonesia.
"Suku bunga yang rendah diperlukan untk menstimulus perekonomian," kata Bhima kepada Media Indonesia, kemarin.
Dikatakannya, perekonomian Indonesia saat ini membutuhkan rangsangan untuk terus tumbuh positif. Suku bunga bisa di-kerek turun melihat proyeksi inflasi tahun ini yang diperkirakan rendah di bawah 3.5%. Apalagi di 2020 inflasi diasumsikan hanya 3,1%.
"Periode inflasi yang rendah biasanya disertai dengan bunga acuan yang rendah," lanjut Bhima.
Di samping itu, stabilitas nilai tukar rupiah masih terjaga di bawah asumsi 15.000 per dolar AS pada APBN 2019. Proyeksi pertumbuhan ekonomi juga diperkirakan hanya mencapai 5%.
"Tekanan perang dagang, harga komoditas yang rendah, dan konsumsi lambat memerlukan stimulus moneter," tutup Bhima.
Di sisi lain, Direktur PT Bank Central Asia Tbk Vera Eve Lim memperkirakan BI tidak lagi menurunkan BI 7DRR meskipun arah kebijakan moneter bank sentral itu kini berorientasi akomodatif kepada pertumbuhan ekonomi.
"Saya melihat stay (tetap) ya, karena kita lihat stabilitas, misalnya dari nilai tukar rupiah cukup stabil," ujar Vera di sela seminar yang diselenggarakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Nusa Dua, Bali, kemarin.
Vera melihat penurunan suku bunga acu-an BI pada Juli 2019 sudah menimbulkan transmisi ke pasar keuangan.
Bank swasta terbesar di Tanah Air itu berencana menurunkan suku bunga kredit untuk kredit pemilikan rumah dan kredit kendaraan bermotor setelah sebelumnya menurunkan suku bunga simpanan sebesar 50 basis poin (bps).
"Kita lihat tren ya, bank juga ikutin tren, karena kalau suku bunga BI turun, bank juga ikuti penurunannya," ujarnya.
Selain bunga KPR dan KKB yang merupakan sektor konsumsi, Vera mengatakan BCA juga akan menyesuaikan suku bunga korporasi.
Sebelumnya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga telah melakukan penyesuaian suku bunga kredit sebesar 50 bps.
Pelonggaran kebijakan moneter dilakukan setelah BI melihat sinyalemen rezim kebijakan moneter longgar oleh sejumlah negara untuk mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Dari domestik, bank sentral menganggap laju inflasi yang semakin terkendali kian mendukung langkah BI untuk memulai penurunan suku bunga acuan.
BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi domestik pada 2019 dapat berada di kisaran 5,0% hingga 5,4%. (Ant/Dio/E-1)
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved