Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menitipkan tiga pekerjaan utama untuk dilanjutkan Menteri Pertanian kabinet selanjutnya.
Tiga tugas penting tersebut meliputi pengembangan lahan rawa dan lebak yang memiliki potensi hingga 10 juta hektare (ha), pengoptimalan lahan tadah hujan melalui sistem irigasi yang baik, dan percepatan implementasi penggunaan minyak sawit mentah sebagai bauran bahan bakar solar sebanyak 30% atau B30.
Amran mengungkapkan, terkait pengembangan lahan rawa, saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) telah memulai program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).
Untuk tahap awal, Kementan menargetkan pemanfaatan lahan rawa seluas 400 ribu hektare (ha) yang tersebar di tiga provinsi yakni Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
"Kalau bisa sampai 10 juta ha itu dibangunkan, kita bisa menghidupi satu miliar penduduk," ujar Amran di kantornya, Jakarta, Selasa (13/8).
Yang kedua, terkait optimalisasi sawah tadah hujan, Kementan telah membangun sumur dalam, sumur dangkal, dam-dam kecil dan 3.000 embung yang bekerja sama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
"Sekarang sudah banyak sawah yang bisa tanam sampai dua, tiga kali. Padahal dulu cuma sekali karena hanya mengandalkan air hujan," ucap Amran.
Yang terakhir adalah B30. Kebijakan andalan itu tidak hanya untuk mendorong penyerapan komoditas sawit di dalam negeri, tetapi juga untuk memangkas defisit migas yang menjadi momok menakutkan bagi negara.
"Semua itu adalah perintah presiden dan saya titip tiga hal itu," tandas Amran. (OL-09)
PVTPP Kementan mendeklarasikan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), yang dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Siperintis.
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved