Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat terdapat kenaikan nilai tukar petani (NTP) sebesar 0,29% yakni dari 102,33 pada Juni menjadi 102,63 pada Juli.
Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (lt) lebih besar dari indeks harga barang yang dibayarkan petani (lb). Adapun, perbandingan kenaikan lt dan lb adalah sebesar 0,70% berbanding 0,40%.
Pria yang akrab disapa Ketjuk itu mengatakan komoditas utama yang sukses menaikkan daya beli petani adalah gabah dan kacang tanah.
"Musin panen raya yang sudah berakhir membuat ketersediaan gabah di tingkat petani menipis sehingga harga menjadi terangkat," kata Suhariyanto di Jakarta, Kamis (1/8)
Baca juga : Indonesia Siap Terbangkan Petani ke Rumania
Masih berdasarkan data BPS, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani, pada Juli, mencapai Rp4.618 per kg atau tumbuh 1,46% dari bulan sebelumnya.
Adapun, harga gabah kering giling (GKG) juga mengalami kenaikan 0,60% dari Rp5.277 menjadi Rp5.385 per kg.
Selain gabah, cabai juga mengalami eskalasi harga di pasaran dan membantu mendongkrak penerimaan pelaku usaha tani.
"Di satu sisi menyulitkan konsumen, di sisi lain menguntungkan produsen," ujar Suhariyanto. (OL-7)
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved