Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH delapan bulan mempertahankan suku bunga acuan (Bank Indonesia repo rate) di level 6% terhitung sejak 15 November 2018, Bank Indonesia (BI) pada pekan lalu menurunkannya sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%.
Penurunan itu merupakan upaya BI dalam mendorong momentum pertumbuhan ekonomi dalam negeri di tengah ketidakpastian pasar uang di tingkat global beberapa waktu belakangan sebagai imbas dari meningkatnya tensi perdagangan global. Penurunan berdampak positif salah satunya membantu mengendalikan nilai inflasi.
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan kebijakan penurunan tingkat suku bunga acuan itu ditempuh dengan mengacu pada prakiraan inflasi yang masih tergolong rendah dan terkendali di level 3,28% (yoy) pada semester I tahun ini.
Langkah yang mendapat respons positif dari pemerintah itu pun diharapkan dapat kembali dilakukan BI pada saat perekonomian dalam negeri terus berangsur membaik.
"Koordinasi antara BI selaku bank sentral dan pemerintah di segala lapisan menjadi krusial dalam mengendalikan pertumbuhan inflasi," tutur Pingkan, melalui rilis yang diterima, Senin (29/7).
Koordinasi itu, imbuh Pingkan, didukung dengan adanya sinergi dalam kebijakan utama yang dicanangkan bersama dengan mengedepankan 4K yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta koordinasi dan komunikasi yang efektif.
Empat poin kebijakan tersebut, menurut dia, dapat membantu pemerintah dalam menjaga tingkat inflasi tetap berada pada level rendah. Pada hakikatnya, stabilitas dan rendahnya tingkat inflasi suatu negara memainkan peranan penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
"Hal yang patut mendapat perhatian ekstra dari pemerintah ialah menjaga stabilitas harga pangan di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Kerugian atas gagal panen berisiko pada meningkatnya harga komoditas di pasaran," tambahnya.
Pemerintah perlu mengedepankan kebijakan 4K dari hulu hingga ke hilir dan dengan terobosan kerja sama antara pemerintah di segala lapisan, termasuk membuka peluang kerja sama yang melibatkan sektor swasta untuk meminimalisasi gangguan produksi dan meningkatkan penetrasi distribusi.
Pemerintah diharapkan dapat merealisasikan target tersebut, mengingat pangan atau kelompok bahan makanan menjadi salah satu dari tujuh kelompok utama yang mempengaruhi inflasi berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK). (X-12)
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
DEWAN Gubernur Bank Indonesia menyebut masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
BANK Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 4,9%–5,7%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi 2025 yang berada pada rentang 4,7%–5,5%.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved