Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Penjamin Simpanan (LPS) membuka ruang bagi penurunan suku bunga penjaminan perbankan.
Hal tersebut bisa dilakukan menyusul kebijakan Bank Indonesia (BI) yang telah memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dari 6% menjadi 5,75% pada 18 Juli silam.
Direktur Group Penanganan Premi Penjaminan LPS Samsu Adi Nugroho mengungkapkan untuk menurunkan bunga penjaminan, pihaknya akan terlebih dulu melihat kondisi pasar.
"Kita lihat bagaimana perbankan menyesuaikan bunga deposito mereka. Kalau rata-rata turun ya otomatis tentu kita akan turun," ujar Samsu di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (27/7).
Baca juga: Laba Melesat, BTN Terbitkan Global Bond
Kendati demikian, ia mengatakan belum dapat memastikan ke level berapa suku bunga penjaminan akan disesuaikan.
Mengacu pada data di laman LPS, saat ini, tingkat bunga penjaminan periode 15 Mei-25 September 2019 untuk bank umum ditetapkan pada level 7%, bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar 9,50%.
Adapun, jadwal Rapat Dewan Komisioner LPS yang membahas terkait suku bunga penjaminan biasanya dijadwalkan pada September.
Namun, jika dampak penurunan suku bunga acuan BI berpengaruh cepat pada perkembangan bunga deposito, pengumuman penyesuaian bunga penjaminan LPS bisa dimajukan. (OL-2)
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved