Rabu 24 Juli 2019, 20:52 WIB

Penerapan EBT Digalakkan Lewat Kolaborasi 2 Kementerian

Atikah Ishmah Winahyu | Ekonomi
Penerapan EBT Digalakkan Lewat Kolaborasi 2 Kementerian

Antara/Prasetia fauzani
Pembangkirt Listrik tenaga SUrya di lingkungan pesantren

 

KEMENTERIAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkolaborasi dalam mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya untuk merealisasikan target bauran EBT sebesar 23% hingga 2025.

"Kita mencoba bagaimana caranya bisa bersama-sama mendukung ketercapaian bauran energi yang diharapkan oleh Pak Dirjen EBTK," kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno di Hotel Pullman, Rabu (24/7).

Langkah yang akan ditempuh yakni dengan meningkatkan kapasitas pemakaian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada fasilitas perusahaan BUMN.

Sejumlah perusahaan plat merah seperti PT PLN, PT Pertamina, PT Perkebunan Nusantara, PT LEN Industri, PT Pembangunan Perumahan, PT Angkasa Pura II hingga PT Bukit Asam turut menunjukkan dukungannya dengan menandatangani komitmen bersama.

Baca juga : Masyarakat Kota belum Paham Solar Cell

"Forum ini menjadi bahan kita untuk melihat di lapangan seperti apa nanti kita tindak lanjuti. Biasanya kendala-kendala sudah nggak ada, tinggal sinergi aja. yang penting itu antara BUMN saling sinergi, bisa jalan," kata Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM FX Sutijastoto.

Sebagai wujud dukungannya, PT LEN Industri telah menyediakan produk baru bernama LenSOLAR. Produk ini merupakan Sistem Rooftop PV (Photovoltaics) yang dipasang di atap untuk memenuh kebutuhan listrik di rumah maupun perkantoran.

LenSOLAR sudah teruji dan hingga kini sudah dipasang di beberapa gedung BUMN.

“Sudah saatnya seluruh stakeholder EBT duduk bersama merumuskan, menetapkan dan memantau seluruh kebijakan, regulasi, infrastuktur dan program yang dapat mempercepat penggunaan energi surya. Hal ini untuk mencapai target energi bauran 2025 yang tertera dalam Kebijakan Energi Nasional pada Perpres No.79 tahun 2014," ujar Direktur Utama PT Len Industri Zakky Gamal Yasin.

LenSOLAR terhubung langsung dengan jaringan listrik regular (operator) yang mengoptimalkan pemanfaatan energi dari panel surya (PV). LenSOLAR menerapkan skema import dan export listrik dari dan ke jaringan lisrik regular, sehingga dapat menghemat tagihan listrik hingga 30% setiap bulannya.

Saat ini Lensolar memiliki produk premium yang terdiri dari empat jenis paket sistem PLTS Rooftop yang dapat digunakan pada rumah dan bisnis. Produk tersebut adalah LenSOLAR 1.5K-1P, LenSOLAR 3K-1P, LenSOLAR 5K-1P, dan LenSOLAR 5K-3P yang masing-masingnya dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumen.

LenSolar memberikan jaminan garansi sistem penuh untuk satu tahun pertama dan komponen PV module memberikan jaminan kinerja hingga 20 tahun (degradasi output 1% per tahun). (OL-7)

Baca Juga

Ist

SR017 Terbit, Moduit Ungkap Keuntungan Investasi Sukuk Ritel

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 11:25 WIB
Pemerintah akan menawarkan satu obligasi ritel, yakni Sukuk Ritel seri SR017 yang akan ditawarkan pada tanggal 19 Agustus hingga 14...
MI/Denny S

Pengamat: Pemerintah Blunder Jika Naikkan BBM Dalam Kondisi Saat Ini

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 11:00 WIB
KENAIKAN BBM di masa seperti saat ini akan menjadi kebijakan yang salah. Pasalnya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah...
MI/Ahmad Yakub

Indef: Dukung Substitusi Industri Pangan Gandum dari Bahan Baku Lokal

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 10:15 WIB
Direktur Indef Ahmad Tauhid mendukung kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementan untuk memperkuat subtitusi pangan lokal sebagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya