Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Di era modern seperti sekarang, para ibu selayaknya memiliki literasi keuangan yang diartikan sebagai pengetahuan atau kemampuan untuk mengelola keuangan. Literasi keuangan bukan lagi dianggap sepele tetapi telah menjadi bagian hidup dari para ibu yang memiliki peran penting dalam keluarga.
Apa sebenarnya literasi keuangan atau financial literacy itu? Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengartikan literasi keuangan ialah rangkaian proses atau aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan, keyakinan, serta ketrampilan konsumen dan masyarakat luas sehingga mereka mampu mengelola keuangan dengan baik.
Dengan menilai betapa pentingnya literasi keuangan, Visa yang dikenal sebagai perusahaan pembayaran digital terdepan di dunia, meluncurkan kampanye #IbuBerbagiBijak di Jakarta, Senin (22/7). Dalam pelaksnaan yang menjalin kerja sama dengan OJK dan Bank Indonesia (BI), program kampanye tersebut digelar dalam rangka mengedukasi dan mendorong perempuan untuk berbagi pengetahuan seputar manajemen keuangan yang lebih baik.
Program #IbuBerbagiBijak bukanlah program baru tetapi telah memasuki tahun ketiga. Pogram #IbuBerbagiBijak telah menjangkau lebih dari 300 ribu perempuan di seluruh Indonesia sejak diluncurkan pertama kali pada 2017.
Tahun ini, kampanye #IbuBerbagiBijak akan berkolaborasi dengan sejumlah komunitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), salah satunya Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), dalam rangka memperluas sasaran program.
Kampanye tersebut bertujuan meningkatkan literasi keuangan para perempuan pelaku UMKM sekaligus mendorong inklusi keuangan ke komunitas yang mungkin masih belum memiliki akses ke layanan perbankan. Workshop #IbuBerbagiBijak kali ini akan diselenggarakan di dua kota besar, Bandung dan Yogyakarta, yang memang terkenal dengan semangat kewirausahaannya.
Riko Abdurrahman selaku Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia mengatakan, “Kami senang bisa bekerja sama dengan OJK dan BI untuk memperluas program #IbuBerbagiBijak tahun ini, dengan menggandeng para perempuan pelaku UMKM.”
“Kami meyakini bahwa mereka adalah salah satu pihak yang dapat berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di masa mendatang. Pertumbuhan wirausaha perempuan sangat menjanjikan dan membanggakan,” jelas Riko.
“Kami ingin merayakannya dengan membekali para perempuan pelaku UMKM dengan manajemen keuangan yang lebih baik untuk memperluas bisnis mereka, dan ikut mengantarkan mereka menuju kesuksesan yang lebih lagi ke depannya,” tuturnya.
Sondang Martha Samosir, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan, mengatakan bahwa perempuan pelaku UMKM terkadang menjadi korban lembaga fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring yang tidak terdaftar dan berizin OJK.
Hal tersebut diduga karena tingkat literasi keuangan khususnya bagi para perempuan pelaku UMKM yang belum baik. Karena itu, kata Sondang, OJK senantiasa memberikan edukasi terkait risiko-risiko dalam industri pinjaman daring.
“Edukasi juga diberikan untuk mengetahui bagaimana memanfaatkan pinjaman daring secara bijak sebagai alternatif sumber permodalan selain perbankan, termasuk meningkatkan pemahaman akan risiko fintech P2P lending ilegal/ investasi fintech P2P ilegal digunakan untuk tindak kriminalitas,” jelas Sondang.
“Kami mengapresiasi PT Visa Worldwide Indonesia atas komitmennya dalam melaksanakan kampanye #IbuBerbagiBijak secara rutin sebagai salah satu program literasi dan edukasi keuangan khususnya bagi perempuan agar mereka tidak hanya paham keuangan tetapi juga mampu mengakses produk/layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya agar lebih cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan,” papar Sondang.
Sementara itu, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Ricky Satria mengatakan bahwa pengembangan UMKM telah menjadi salah satu strategi utama Bank Indonesia dalam mendorong inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
“Seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, kami sangat menggiatkan UMKM agar memanfaatkan teknologi digital dan segala instrumen non tunai yang tersedia untuk mendukung bisnis mereka. Program #IbuBerbagiBijak diharapkan dapat membekali perempuan pelaku UMKM dengan pengetahuan manajemen keuangan yang mereka butuhkan,” ungkap Ricky.
Diluncurkan pada Juni 2017, kampanye literasi keuangan #IbuBerbagiBijak dengan segera memperoleh respon positif di berbagai komunitas perempuan. Tahun lalu, program ini diselenggarakan berkolaborasi dengan beberapa wirausaha wanita inspiratif, salah satunya desainer Jenahara Nasution, serta sejumlah organisasi perempuan yang berpengaruh, yakni Dharma Wanita Persatuan Provinsi DKI Jakarta, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK). (OL-09)
INDUSTRI fintech lending atau pinjaman daring (pindar) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun
OJK meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat penegakan hukum dan sinergi lintas pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas sektor keuangan.
Mahkamah Agung resmi melantik Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031. Simak daftar lengkap nama pejabat baru OJK
OJK mencatat ketahanan permodalan berada pada level yang sangat kuat, memberikan ruang ekspansi sekaligus bantalan risiko yang memadai
Penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 menjadi tonggak baru dalam penguatan tata kelola layanan kesehatan di industri asuransi.
PP Tunas resmi berlaku, pemerintah tekan platform digital. Lonjakan kasus pornografi anak jadi alarm, keluarga dituntut perkuat literasi demi lindungi anak.
Sebagai salah satu pilar penting dalam akuisisi pengetahuan, kegiatan membaca perlu dipromosikan kepada segenap masyarakat dalam pelbagai kesempatan.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Pojok Baca Bela Negara dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membentuk karakter anak sejak usia dini.
RAMADAN adalah bulan yang identik dengan kultum (kuliah tujuh menit). Pada umumnya, kultum berisi ceramah keagamaan
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved