Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan bahwa rasio penggantian cadangan migas atau reserve replacement ratio (RRR) bisa mencapai 300% dengan adanya rencana pengembangan Blok Masela atau plan of development (POD) LNG Abadi.
"Juli ini, POD Masela di-approve, maka cadangannya menjadi tambahan. Dari sana saja kalau ditarik sampai satu tahun maka RRR kita akan mencapai di atas 300%," katanya dalam paparan kinerja hulu migas semester satu 2019, di Jakarta, Jumat (19/7).
Baca juga : Inpex Janji Blok Masela akan Mulai Produksi pada 2027
Adapun potensi cadangan migas selama semester satu 2019 adalah sebesar 132 juta setara barel minyak (MMboe) dari 13 persetujuan rencana pengembangan lapangan (POD) yang sudah disetujui.
"Jumlah tersebut secara akumulasi menghasilkan rasio penggantian cadangan sebesar 23,85% dari target APBN 2019 sebesar 100%," katanya.
Untuk diketahui, INPEX Corporation (INPEX) melalui anak perusahaannya, INPEX Masela secara resmi telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah Indonesia terkait revisi rencana pengembangan Blok Masela atau plan of development LNG Abadi.
Selain menyetujui revisi POD, pemerintah juga setuju untuk mengalokasikan tambahan waktu tujuh tahun dan perpanjangan 20 tahun untuk kontrak kerja sama (KKS) Blok Masela sehingga periode diperpanjang hingga 2055. (OL-7)
Jepang disebut sebagai calon pembeli utama, kemudian dari Malaysia karena Petronas adalah mitra Inpex, dan berikutnya beberapa negara Asia seperti Taiwan.
Sebagai penopang ketahanan energi Indonesia di masa depan, proyek gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) Lapangan Abadi Blok Masela di Tanimbar, Maluku, kini memasuki babak baru.
Sikap tegas tersebut sebagai peringatan kepada kontraktor Blok Masela supaya tidak semaunya sendiri menjalankan proyek strategis nasional (PSN) itu.
perlu ada sinergi yang baik antar kementerian/lembaga dan stakeholder untuk menciptakan iklim investasi di sektor hulu minyak dan gas (migas) Indonesia menarik di mata investor
SKK Migas menjaring calon pembeli gas alam cair (LNG) karena adanya besarnya potensi gas di Blok Masela, Maluku.
Berbagai perusahaan migas di Asia Tenggara juga mengakui keandalan SDM Pertamina. Termasuk Petronas, Vietnam Oil, dan perusahaan migas Thailand.
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
INSTITUTE for Essential Services Reform (IESR) menyoroti capaian rata-rata lifting minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrel per hari.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang delapan blok migas.
Komitmen PHE OSES dalam menurunkan emisi dari sektor hulu migas kembali memperoleh pengakuan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved