Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Gubernur Bank Indonesia (BI) Dodi Budi Waluyo menegaskan langkah Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga menjadi 5,75% pada Kamis lalu tidak akan memicu penarikan dana dari dalam negeri. Pasalnya langkah tersebut juga dilakukan oleh banyak negara lainnya.
"Dengan suku bunga turun diferensial jadi tipis. Namun tetap sama karena ngara lain juga malakukan hal serupa. Ini menutup kekhawatiran dana keluar," kata Dodi pada acara pelatihan wartawan ekonomi di Medan, Jumat (19/7).
Dodi mencontohkan negara-negara tetangga seperti ASEAN, Korea Selatan, India dan lainnya telah melakukan labgkah serupa.Dia menjelaskan pemangkasan suku bunga itu akan mendorong nilai tukar semakin baik.
"Contoh nilai tukar langsung mendekati Rp13.000 setelah suku bunga diturunkan," jelas Dodi.
Lebih jauh dia menjelaskan bahwa BI menurunkan suku bunga setelah memastikan bahwa kondisi perlambatan ekonomi global dan kondisi ekonomi global terukur.
Baca juga: BI Sebut Cabai Picu Inflasi Juli 2019
Untuk ekonomi global, kata dia. penurunan itu terkait dengan perang dagang AS dan Tiongkok. Dodi mengatakan pasar melihat perang dagang (trade war) berlanjut.
Hal itu menurutnya telah dikonfirmasi outlook oleh lembaga internasional seperti IMF. IMF menyebut kinerja negara maju dan berkembang menurun pada semester kedua. Performa ekonomi AS akan melambat pada semester dua tahun ini.
"Diperkirakan perang dagang itu akan berlangsung hingga election run (di AS). Karena ini merupakan bagian dari strategi kampanye Presiden As Donald Trump," jelasnya.
Di dalam negeri, dampak trade war itu membuat perdagangan melambat. Bukan hanya Indonesia yang mengalami penurunan ekspor. Negara maju dan asean juga mengalami hal yang sama.
"Dampaknya konsumsi tertahan karena pendapatan ekspor berkurang. Ekspor sumber daya alam yang berkurang selanjutnya akan menurunkan kemampuan konsummsi," jelas Dodi.
Dampak berikutnya adalah permintaan produksi berkurang sehingga konsumsi tertahan dan produksi melambat. Untuk itu pemerintah harus emnaikkan belanja agar perekonomian dan investasi memvaik.
Langkah lain yang dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah kebijakan bank sentral untuk menurunkan suku bunga.
"Itu salah satu langkahnya. Kebijakan lainnya adalah di bidang likuidiitas. Giro wajib minimum diturunkan," jelas Dodi. (A-4)
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
DEWAN Gubernur Bank Indonesia menyebut masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Komisi XI DPR RI segera menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI).
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved