Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pemerintah Antisipasi Dampak Kemarau Panjang

Nur Aivanni
10/7/2019 18:29
Pemerintah Antisipasi Dampak Kemarau Panjang
Petani mengairi sawah yang dilanda kekeringan menggunakan mesin pompa air di Desa Rantoe Panjang Barat, Meureubo, Aceh, Selasa (9/7)(Antara/Syifa Yulinnas)

PEMERINTAH mengantisipasi terjadinya musim kemarau panjang yang bisa berdampak pada produksi pangan. Hal itu disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro Seusai High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat.

"Antisipasi kemarau panjang. Kalau kemarau panjang kan larinya ke produksi pangan, padahal kan komponen inflasi kita yang paling besar pangan bergejolak. Jadi kita harus benar-benar antisipasi musim kekeringan yang mungkin agak di luar kebiasaan," katanya di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (10/7).

Sementara, Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan langkah antisipasi yang dilakukan ialah menata ekosistem terkait produksi dan distribusi pangan.

Baca juga: Aturan Tata Ruang Diperlunak untuk Gaet Investasi

"Kami akan menata ekosistem lebih bagus, tidak hanya terfokus pada produksi, tapi bagaimana jalur distribusi lebih efisien. Penyiapan gudang untuk beberapa komoditas yang mudah busuk misalnya. Hal-hal itu yang perlu dipersiapkan lebih matang," tuturnya.

Adapun komoditas yang perlu diantisipasi terkait ketersediaan stoknya adalah cabai merah dan cabai rawit. Untuk stok beras, kata Suhariyanto, masih relatif aman.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memastikan bahwa stok beras di gudang Bulog cukup untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau panjang. "Bidangnya kami sudah siap. Sekarang kalau beras sudah melebihi, sudah aman," pungkasnya. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Polycarpus
Berita Lainnya