Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH ekonom sepakat dengan Bank Indonesia yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2019 cenderung melandai dengan pertumbuhan di kisaran %,07%-5.1%.
Direktur Eksekutif Center of reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menyebutkan, sumber utama penopang pertumbuhan ekonom di triwulan kedua ini adalah konsumsi rumah tangga yang pertumbuhannya diprediksi stabil pada 5,05%.
"Bahkan bisa jadi ada percepatan dibanding Kuartal I karena (ada) Ramadan, lebaran dan pemilu," katanya kepada Media Indonesia, Senin (8/7).
Hanya saja, sambung dia, sumber pertumbuhan lainnya cenderung mengalami tekanan lebih besar, khususnya ekspor-impor dan investasi. Ia pun memprediksi defisit perdagangan di Kuartal II 2019 akan lebih dalam dibanding kuartal sebelumnya.
Maka itu, ia menekankan pentingnya pemerintah untuk menggenjot ekspor dan investasi.
Baca juga : BI Proyeksikan Ekonomi Kuartal II 2019 Melandai
Untuk meningkatkan kinerja ekspor di tengah ketidakpastian global ini, kata dia, pemerintah bisa memperluas pasar ke negara-negara non tradisional dan memperkuat linkage antar industri di dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor.
Secara terpisah, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara memproyeksikan ekonomi di Kuartal II 2019 tumbuh di kisaran 5% hingga 5,1%.
Ia menilai adanya momen lebaran tahun ini masih belum bisa mendorong konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi di Kuartal II 2019.
"Kondisi stabilitas politik saat sidang MK, mahalnya tiket pesawat, dan penurunan harga komoditas ekspor membuat kelas menengah atas menahan untuk belanja. Ini juga tercermin dari indeks keyakinan konsumen bulan Juni yang turun ke 126,4 lebih rendah dari Juni 2018 di 128," tuturnya.
Tak hanya itu, sambung Bhima, motor investasi dan ekspor juga melandai karena tekanan perang dagang dan pelambatan investasi secara global.
Untuk mengatasi hal tersebut, terangnya, ada strategi jangka pendek yang bisa dilakukan oleh pemerintah yaitu mengandalkan permintaan domestik.
"Kebijakan rebalancing, misalnya lewat percepatan B20, hilirisasi sawit untuk campuran makanan-minuman dan kosmetik dalam negeri serta kelebihan pasokan karet untuuk campuran aspal dan sebagainya. China sendiri mulai lakukan rebalancing sejak 2016 lalu untuk antisipasi perlambatan ekspor," tandasnya. (OL-7)
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jemaah haji memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara."
Pola belanja rumah tangga di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan pergeseran penting: konsumsi semakin merata antarwilayah.
Gaya hidup anak muda dalam mengonsumsi komoditas harian seperti kopi, teh, cokelat, dan produk kelapa sawit memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah nasional mencapai 70,6 juta ton pada 2024. Angka ini berpotensi membengkak menjadi 82 juta ton per tahun pada 2045.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved