Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH ekonom sepakat dengan Bank Indonesia yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2019 cenderung melandai dengan pertumbuhan di kisaran %,07%-5.1%.
Direktur Eksekutif Center of reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menyebutkan, sumber utama penopang pertumbuhan ekonom di triwulan kedua ini adalah konsumsi rumah tangga yang pertumbuhannya diprediksi stabil pada 5,05%.
"Bahkan bisa jadi ada percepatan dibanding Kuartal I karena (ada) Ramadan, lebaran dan pemilu," katanya kepada Media Indonesia, Senin (8/7).
Hanya saja, sambung dia, sumber pertumbuhan lainnya cenderung mengalami tekanan lebih besar, khususnya ekspor-impor dan investasi. Ia pun memprediksi defisit perdagangan di Kuartal II 2019 akan lebih dalam dibanding kuartal sebelumnya.
Maka itu, ia menekankan pentingnya pemerintah untuk menggenjot ekspor dan investasi.
Baca juga : BI Proyeksikan Ekonomi Kuartal II 2019 Melandai
Untuk meningkatkan kinerja ekspor di tengah ketidakpastian global ini, kata dia, pemerintah bisa memperluas pasar ke negara-negara non tradisional dan memperkuat linkage antar industri di dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor.
Secara terpisah, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara memproyeksikan ekonomi di Kuartal II 2019 tumbuh di kisaran 5% hingga 5,1%.
Ia menilai adanya momen lebaran tahun ini masih belum bisa mendorong konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi di Kuartal II 2019.
"Kondisi stabilitas politik saat sidang MK, mahalnya tiket pesawat, dan penurunan harga komoditas ekspor membuat kelas menengah atas menahan untuk belanja. Ini juga tercermin dari indeks keyakinan konsumen bulan Juni yang turun ke 126,4 lebih rendah dari Juni 2018 di 128," tuturnya.
Tak hanya itu, sambung Bhima, motor investasi dan ekspor juga melandai karena tekanan perang dagang dan pelambatan investasi secara global.
Untuk mengatasi hal tersebut, terangnya, ada strategi jangka pendek yang bisa dilakukan oleh pemerintah yaitu mengandalkan permintaan domestik.
"Kebijakan rebalancing, misalnya lewat percepatan B20, hilirisasi sawit untuk campuran makanan-minuman dan kosmetik dalam negeri serta kelebihan pasokan karet untuuk campuran aspal dan sebagainya. China sendiri mulai lakukan rebalancing sejak 2016 lalu untuk antisipasi perlambatan ekspor," tandasnya. (OL-7)
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas.
Pelajari cara menghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan rumus PDB riil. Panduan lengkap beserta indikator dan contoh penghitungan mudah.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie usai acara menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah dinamika global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan mengubah batas defisit anggaran sebesar 3 persen, meskipun menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jemaah haji memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara."
Pola belanja rumah tangga di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan pergeseran penting: konsumsi semakin merata antarwilayah.
Gaya hidup anak muda dalam mengonsumsi komoditas harian seperti kopi, teh, cokelat, dan produk kelapa sawit memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah nasional mencapai 70,6 juta ton pada 2024. Angka ini berpotensi membengkak menjadi 82 juta ton per tahun pada 2045.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved