Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH ekonom sepakat dengan Bank Indonesia yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2019 cenderung melandai dengan pertumbuhan di kisaran %,07%-5.1%.
Direktur Eksekutif Center of reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menyebutkan, sumber utama penopang pertumbuhan ekonom di triwulan kedua ini adalah konsumsi rumah tangga yang pertumbuhannya diprediksi stabil pada 5,05%.
"Bahkan bisa jadi ada percepatan dibanding Kuartal I karena (ada) Ramadan, lebaran dan pemilu," katanya kepada Media Indonesia, Senin (8/7).
Hanya saja, sambung dia, sumber pertumbuhan lainnya cenderung mengalami tekanan lebih besar, khususnya ekspor-impor dan investasi. Ia pun memprediksi defisit perdagangan di Kuartal II 2019 akan lebih dalam dibanding kuartal sebelumnya.
Maka itu, ia menekankan pentingnya pemerintah untuk menggenjot ekspor dan investasi.
Baca juga : BI Proyeksikan Ekonomi Kuartal II 2019 Melandai
Untuk meningkatkan kinerja ekspor di tengah ketidakpastian global ini, kata dia, pemerintah bisa memperluas pasar ke negara-negara non tradisional dan memperkuat linkage antar industri di dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor.
Secara terpisah, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara memproyeksikan ekonomi di Kuartal II 2019 tumbuh di kisaran 5% hingga 5,1%.
Ia menilai adanya momen lebaran tahun ini masih belum bisa mendorong konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi di Kuartal II 2019.
"Kondisi stabilitas politik saat sidang MK, mahalnya tiket pesawat, dan penurunan harga komoditas ekspor membuat kelas menengah atas menahan untuk belanja. Ini juga tercermin dari indeks keyakinan konsumen bulan Juni yang turun ke 126,4 lebih rendah dari Juni 2018 di 128," tuturnya.
Tak hanya itu, sambung Bhima, motor investasi dan ekspor juga melandai karena tekanan perang dagang dan pelambatan investasi secara global.
Untuk mengatasi hal tersebut, terangnya, ada strategi jangka pendek yang bisa dilakukan oleh pemerintah yaitu mengandalkan permintaan domestik.
"Kebijakan rebalancing, misalnya lewat percepatan B20, hilirisasi sawit untuk campuran makanan-minuman dan kosmetik dalam negeri serta kelebihan pasokan karet untuuk campuran aspal dan sebagainya. China sendiri mulai lakukan rebalancing sejak 2016 lalu untuk antisipasi perlambatan ekspor," tandasnya. (OL-7)
BI memutuskan menahan BI Rate di level 4,75% dalam RDG Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Pemerintah dan pelaku usaha mendorong pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri untuk merealisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa tekanan terhadap kelompok kelas menengah bawah menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar khususnya bagi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Gaya hidup anak muda dalam mengonsumsi komoditas harian seperti kopi, teh, cokelat, dan produk kelapa sawit memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah nasional mencapai 70,6 juta ton pada 2024. Angka ini berpotensi membengkak menjadi 82 juta ton per tahun pada 2045.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan pandangan resmi terkait dampak tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap konsumsi masyarakat dan pertumbuhan industri nasional.
Anggaran rumah tangga kelas menengah bergeser ke kebutuhan pokok dan pendidikan, sementara belanja fesyen, makan di luar, serta rekreasi dipangkas atau ditunda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved