Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Likuiditas Bank Mandiri Tambah Rp4 Triliun

Mediaindonesia
05/7/2019 08:40
 Likuiditas Bank Mandiri Tambah Rp4 Triliun
Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan(MI/ROMMY PUJIANTO )

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendapat tambahan likuiditas yang bisa disalurkan menjadi kredit senilai Rp4 triliun setelah Bank Indonesia (BI) melonggarkan rasio kewajiban penyimpanan dana terhadap dana pihak ketiga atau giro wajib minimum (GWM) sebesar 0,5% menjadi 6% per 1 Juli 2019.

"Gara-gara GWM turun, dana kami bisa bertambah Rp4 triliun. Kami tidak perlu simpan di BI dan akan jadi uang tunai, bisa kami salurkan jadi kredit," ujar Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Bank Sentral mulai 1 Juli 2019 melonggarkan kebijakan moneter dengan memangkas rasio GWM rupiah hingga 50 basis poin (0,5%) untuk bank umum dan bank syariah.

Itu menjadi 'kompensasi' setelah BI masih menahan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 6%. Sebelumnya, BI juga menerapkan relaksasi dengan perhitungan rata-rata GWM (GWM Averaging) dalam setahun terakhir.

Panji mengatakan penurunan GWM itu akan menambah kemampuan likuiditas bank. BI mengestimasi akan terdapat tambahan likuiditas terhadap industri perbankan secara keseluruhan senilai Rp25 triliun.

"Kami tidak ada masalah di likuiditas. Penurunan GWM juga tambah likuiditas Rp4 triliun dan ditambah instrumen nonkonvensional seperti instrumen di pasar modal," jelas Panji.

Kendati demikian, Panji tidak membantah jika pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri kurang begitu menggembirakan pada kuartal I 2019.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, DPK bank berlogo pita emas ini hanya tumbuh 7,6% secara tahunan (year on year) menjadi Rp827,8 triliun, sedangkan kredit naik 12,4% (year on year) menjadi Rp790,5 triliun pada kuartal I 2019.

Namun, Panji mengatakan masih ada sumber pendanaan dari instrumen nonkonvensional seperti instrumen utang di pasar modal sehingga likuiditas memadai. Panji meyakini DPK Bank Mandiri akan lebih baik dan menggeliat pada kuartal II 2019.

"Peringkat kami dari lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P's) juga naik. Jika kami butuh, kami bisa saja masuk ke pasar. Itu kalau butuh lagi," ujarnya.

Pada kuartal I 2019, Bank Mandiri mengantongi laba bersih sebesar Rp7,2 triliun atau tumbuh 23,4% (yoy) dibandingkan kuartal I-2018 dengan raihan laba sebesar Rp5,9 triliun. Penopang utama pertumbuhan laba Bank Mandiri pada paruh pertama tahun ini ialah pendapatan bunga yang tumbuh 15,05% menjadi Rp22,0 triliun. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya