Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Indef, Eko Listiyanto menyatakan penurunan tingkat suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Hal tersebut guna mendorong investasi di sektor riil dan berdampak meningkatnya pertumbuhan ekonomi.
"Kembali ditahannya bunga acuan selama 8 bulan berturut-turut di level 6% membuat momentum mendorong perekonomian bisa hilang," kata Eko saat dihubungi, Senin (24/6)
Eko menjelaskan, kebijakan menahan suku bunga acuan memang dapat membuat arus modal jangka pendek (hot money) betah tinggal di Indonesia. Namun begitu, seiring dengan langkah negara-negara lain yang mulai melakukan ekspansi moneter dengan penurunan suku bunga acuan mereka, maka sektor riil Indonesia semakin tidak kompetitif karena bunga tinggi. Di samping itu, suku bunga acuan The Fed pun diperkirakan akan menahan bunga hingga 2020, bahkan ada kemungkinan turun ke depan.
Selain itu, menahan suku bunga acuan akan semakin membuat ekonomi rentan jika gejolak tiba-tiba datang. Bunga di luar negeri yang jauh lebih murah juga membuat pelaku usaha di Indonesia tergiur untuk pinjam dana dari luar negeri.
"Akibatnya utang luar negeri (ULN) swasta naik dan risiko nilai tukar juga meningkat. Ini terlihat dari kenaikan ULN yang diumumkan BI tiga hari menjelang keputusan rapat dewan gubernur (RDG)," ujar Eko.
baca juga: LIPI Ajak Milenial Menggerakkan Sains
Dia menyatakan, upaya penurunan suku bunga diharapkan dapat mendorong produk-produk Indonesia tetap kompetitif di ranah global. Defisit transaksi berjalan dinilainya bukan sebagai alasan untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan.
"BI harus berani melakukan detoksifikasi agar inflow yang masuk ke Indonesia berasal dari investasi langsung (FDI), sehingga dapat mengungkit pertumbuhan ekonomi yg sedang lesu," tuturnya. (OL-3)
Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Februari.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai sinyal bahaya menyusul keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service.
Dari sisi permodalan, peningkatan porsi saham juga berkorelasi langsung dengan kebutuhan modal berbasis risiko.
Bertemu lima naga, Presiden Prabowo Subianto menegaskan investasi harus berdampak nyata, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan sektor riil, dan memperkuat UMKM.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
Kompleksitas lingkungan pembayaran telah mendorong inovasi fintech yang bervariasi.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved