Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAH waktunya bagi Bank Indonesia (BI) untuk memangkas suku bunga acuan demi menstimulasi dunia usaha dan mendongkrak perekonomian nasional.
Selama satu tahun terakhir, bank sentral Tanah Air telah menujukkan sikap prostabilitas dengan terus menaikkan suku bunga acuan sampai 1,75 basis poin hingga akhirnya menyentuh 6% pada saat ini.
Hal itu dilakukan demi menahan arus modal asing keluar serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Baca juga : Pelaku Usaha Harap BI Turunkan Suku Bunga Acuan
Ketika kondisi sudah cenderung stabil, sudah semestinya BI memberikan perhatian pada sektor riil dengan menurunkan suku bunga acuan.
"Kebijakan ini diperlukan untuk mendorong dunia usaha bergerak lebih cepat. Dengan bunga yang lebih rendah, biaya peminjaman akan lebih ringan," ujar ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira kepada Media Indonesia, Rabu (19/6).
Namun, di sisi lain, tentu ada risiko yang harus dihadapi karena penurunan suku bunga akan memicu keluarnya modal asing.
"Tetapi, kalau melihat perkiraan The Fed yang juga akan memangkas bunga, seharusnya itu tidak akan menjadi persoalan," tuturnya.
INDONESIA mengimplementasikan ketentuan penerapan margin untuk transaksi derivatif yang tidak dikliringkan di CCP melalui Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/SEOJK.03/2023.
Pada perdagangan pagi ini, Jumat (23/1), IHSG anjlok 0,79% atau minus 70,86 poin ke level 8.921.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
BANK Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 4,9%–5,7%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi 2025 yang berada pada rentang 4,7%–5,5%.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved