Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MENURUNNYA cadangan devisa negara pada Mei lalu menjadi sinyal bagi pemerintah agar berhati-hati dalam mengelola keuangan negara. Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan dengan matang terkait penambahan utang negara.
"Ini harus jadi perhatian agar pemerintah lebih berhati-hati menambah utang, khususnya surat berharga negara (SBN) valas," kata Bhima kepada Media Indonesia, Kamis (13/6).
Bhima mengungkapkan, menurunnya cadangan devisa kali ini disebabkan oleh penurunan penerimaan devisa ekspor karena tekanan permintaan global dan rendahnya harga komoditas ekspor.
"Penurunan juga disebabkan wisatawan asing menunda berkunjung ke Indonesia karena faktor bencana alam di destinasi wisata, instabilitas politik, dan perlambatan makro ekonomi di negara maju," tuturnya.
Lebih jauh lagi, pembayaran utang yang jatuh tempo dan bunga utang pemerintah juga turut menguras devisa.
Bhima juga membandingkan cadangan devisa dari negara-negara peers per 1 Mei 2019. Berdasarkan data yang dihimpun dari tradingeconomics.com, cadangan devisa Filipina naik menjadi US$1,1 miliar pada Mei 2019 dibanding bulan sebelumnya.
Selain itu, cadangan devisa Malaysia per April 2019 naik US$2,7 miliar menjadi US$105,7 miliar dibanding Maret 2019. Sementara Thailand turun US$2 miliar menjadi US$209,9 miliar per Mei 2019. "Kalau melihat peers artinya cadev indonesia yang terkoreksi paling dalam," tukasnya.
Untuk diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatat adanya penurunan cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2019 menjadi US$120,3 miliar dari US$124,3 miliar. (A-3)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved