Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KUASA Usaha Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia Charles Michel Geurts mengungkapkan, Uni Eropa (UE) akan terus meninjau kembali Delegated Act atau implementasi regulasi untuk kesepakatan Renewable Energy Directive II.
Menurut dia, implementasi regulasi tersebut merupakan sebuah proses dinamis.
"Tentu saja (meninjau), Delegated Act adalah proses dinamis. Review (tinjauan kembali) telah dijadwalkan pada 2021 dan 2023 sebelum dampak dari implementasi regulasi tersebut terjadi pada 2024," ungkap Charles di Jakarta (28/5).
Baca juga : Pungutan Ekspor Sawit Harus Kembali Diterapkkan
Charles mengungkapkan, UE akan melakukan tinjauan kembali berdasarkan data terbaru sehingga penting bagi Indonesia untuk memperbaiki aturan-aturan yang ada terkait penanaman dan produksi sawit.
Dia menambahkan, Deligated Act bukanlah tentang dagang ataupun pemboikotan, melainkan sebuah upaya UE terkait energi terbarukan. Charles pun tidak mempermasalahkan keputusan Indonesia untuk mengajukan persoalan ini kepada World Trade Organization (WTO).
"Kalau Indonesia ingin fokus pada trade/perdagangan, itu merupakan hak Indonesia untuk mengajukan complain pada WTO dan memang itu salah satu caranya," terangnya.
Namun Charles optimis bahwa kerja sama antara UE dan Indonesia akan terus terjalin dengan baik karena kedua negara memiliki tujuan yang sama terutama terkait suistainable development.
"Kami sedang menantikan untuk duduk bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Koordinasi Bidang Ekonomu untuk duduk bersama dan memikirkan proyek untuk palm oil sustainability," tandasnya. (OL-8)
Hakim Ketua Efendi pun langsung menanyakan kepemilikan mobil dan motor mewah itu kepada Ariyanto.
Samasindo menargetkan tingkat pemanfaatan kapasitas produksi hingga 80% pada 2025, meski perusahaan baru memulai operasi komersial pada awal September.
Permintaan minyak sawit mentah (CPO) di pasar domestik menunjukkan tren penguatan sepanjang awal 2025.
Kegiatan ekspor oleh PT MMS tersebut diduga tidak sesuai dengan ketentuan Bea Keluar, Pungutan Ekspor serta melanggar larangan dan/atau pembatasan (Lartas) ekspor.
Pelanggaran Ekspor Komoditas Produk Turunan Minyak Kelapa Sawit Mentah
PT Bumi Makmur Anugerahagung (BMA) menatap cerah pasar minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) domestik pada 2025.
Samasindo menargetkan tingkat pemanfaatan kapasitas produksi hingga 80% pada 2025, meski perusahaan baru memulai operasi komersial pada awal September.
Polri mengungkap kronologi penindakan dugaan pelanggaran ekspor CPO oleh PT MMS di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Presiden Prabowo Subianto mengecam keras korupsi sumber daya alam, menyebutnya sebagai subversi ekonomi.
Harga Referensi CPO meningkat US$43,80 atau 4,81% dari HR CPO periode 1-31 Agustus 2025 yang tercatat sebesar US$910,91/MT.
Sekjen CPOPC yang baru Izzana Salleh merupakan sosok yang memiliki pengalaman pada sektor kebijakan publik, kepemimpinan korporat, hingga advokasi nirlaba global.
Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) secara resmi mengumumkan transisi kepemimpinan eksekutifnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved